Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Hukum

APH Diminta Telusuri Dugaan Aliran Emas Papua ke Samarinda

RABU, 23 SEPTEMBER 2026 | 22:35 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pandawa Khatulistiwa mendorong aparat penegak hukum (APH) menelusuri informasi mengenai dugaan aliran emas yang disebut berasal dari Papua dan beredar dalam perdagangan emas di Samarinda.

Penelusuran dinilai penting untuk memastikan asal-usul emas, legalitas kepemilikan, hingga jalur distribusinya berdasarkan fakta dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Koordinator LBH Pandawa Khatulistiwa, Syukur Kasim, SH, mengatakan pihaknya juga akan melakukan pemantauan sebagai bentuk tanggung jawab sosial kepada masyarakat, khususnya di Samarinda.


“Kami meminta APH untuk serius terhadap informasi ini. Kami juga akan ikut mengawasi dan membantu APH dalam mengungkap kebenaran di balik dugaan aliran emas asal Papua di Samarinda,” kata Syukur dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 23 September 2026.

Menurut dia, informasi yang berkembang di ruang publik perlu diuji melalui penelusuran dan pemeriksaan sehingga tidak menimbulkan kesimpulan sepihak di tengah masyarakat.

“Kami ingin persoalan ini terang dan tidak menimbulkan asumsi di tengah masyarakat. Jika dari hasil pemeriksaan ditemukan pelanggaran, tentu harus diproses sesuai hukum. Tetapi jika tidak terbukti, hal itu juga perlu disampaikan secara terbuka," ujar Syukur.

Sebelumnya, Toko Emas Kerabat Gold (KG) beserta pemiliknya, Hardiman, disebut dalam informasi yang beredar terkait dugaan aliran emas tersebut. Namun, keterkaitan tersebut masih memerlukan klarifikasi dan verifikasi dari pihak berwenang.

Informasi mengenai seorang pengusaha asal Bandung yang disebut berkaitan dengan jalur pasokan emas ke Samarinda juga perlu ditelusuri lebih lanjut. 

Kebenaran informasi tersebut, termasuk hubungan para pihak dan jalur distribusinya, belum dapat dipastikan tanpa pemeriksaan.

LBH Pandawa Khatulistiwa meminta APH menelusuri persoalan secara menyeluruh, mulai dari sumber emas, proses perolehan, dokumen dan perizinan, hingga jalur pengiriman serta pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi.

LBH Pandawa Khatulistiwa menyatakan akan mengawal perkembangan informasi tersebut dan melakukan penelusuran sesuai koridor hukum dengan tetap menghormati kewenangan aparat penegak hukum.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya