Berita

Jasa layanan IPCM di Pelabuhan Patimban. (Foto: Istimewa)

Bisnis

Saatnya IPCM Unjuk Gigi Tingkatkan Kemampuan Hadapi Tantangan Zaman

RABU, 23 SEPTEMBER 2026 | 21:31 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kesiapan sarana dan prasarana kemaritiman menjadi modal penting bagi Indonesia yang sedang bertransformasi menuju kekuatan maritim dunia pada 2045. Sehingga jasa pelayanan pelabuhan harus berjalan optimal mengikuti arus perdagangan global yang kian meningkat. 
 
Terkait itu, PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) sebagai anak usaha dari PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) harus terus berbenah mengikuti tren perkembangan zaman.
 
IPCM yang kini fokus dalam usaha menyediakan layanan pemanduan dan penundaan untuk mendukung aktivitas di pelabuhan umum, TUKS, Tersus, Offshore Minyak dan Gas, Angkutan Sungai, dan Ship to Ship (STS) dihadapkan pada tantangan besar dalam mendukung cita-cita besar pemerintah, khususnya yang menyangkut geopolitik dan geoekonomi.
 

 
“IPCM atau PT JAI karena menyandang nama ‘armada’ harus menjadi penggerak utama dalam pelayanan di Pelindo bahkan termasuk perluasan bisnisnya. Jadi sudah seharusnya sarana dan prasarana IPCM juga harus semakin meningkat,” kata Direktur Eksekutif The National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi kepada RMOL di Jakarta, Rabu, 23 September 2026.    
 
Menurut Siswanto, IPCM yang memiliki bisnis utamanya pada layanan pandu dan tunda tentu sangat dibutuhkan dalam dunia pelayaran di Indonesia. Hal itu mengingat hampir seluruh area pelabuhan di tanah air termasuk sungai menjadi perairan wajib pandu yang terbagi dalam beberapa kelas.
 
“Jadi pelayanan pandu bagi IPCM ini bisa dibilang ‘fardhu ain’, tinggal kualitas maupun kuantitas sarpras harus selalu diperhatikan agar para pengguna pelabuhan puas. Nah tapi, untuk yang ‘sunnah’, IPCM juga bisa melirik side business lain, misalnya pengadaan air, termasuk listrik pada kapal,” imbuhnya.
 
Lanjut dia, kendati bisnis tersebut sudah dipegang oleh anak usaha SPJM lainnya seperti PT Pelindo Marine Service (PMS), namun setidaknya bisa dikombinasikan atau bahkan di-merger.
 
“PT JAI ini karena tadi ada nama ‘armada’ di dalamnya, jadi bisa sangat luas. Dan menurut saya sangat bisa dilebur dengan PMS,” pungkasnya.
 
Wacana Remote Pilotage
 
IPCM dituntut untuk terus mengembangkan teknologi mutakhir dalam layanan pemanduan kapal. Termasuk, baru-baru ini dalam menyikapi hasil penandatanganan MOU antara Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Hubla) dengan Pelindo pada 23 Juli 2026, tentang rencana memberlakukan Remote Pilotage dalam waktu dekat di 4 lokasi dengan kriteria area pemanduan yang memiliki karakteristik jarak tempuh yang panjang dan waktu pemanduan yang lama. 
 
Hal itu mendapat sorotan dari pengurus Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Capt. Zaenal Arifin Hasibuan. Menurut dia, beberapa hal harus menjadi acuan agar pelaksanaan ini nantinya benar-benar dalam rangka meningkatkan keselamatan semua pihak yang terlibat.
 
“Masukan dari pelaku usaha, terutama calon pengguna jasa harus dapat benar-benar diperhatikan untuk pengembangan IPCM sendiri ke depannya,” ucap Capt. Zaenal.
 
Ia pun menyoroti bahwa wacana remote pilotage ini masih memerlukan payung hukum yang jelas serta kesiapan sarana prasarana.
 
“Pada hakikatnya sangat sulit menggantikan peran perwira pandu secara dengan alat elektronik yang belum teruji. Mungkin akan lebih baik adalah menaikkan level service dari kegiatan yang ada saat ini, sebelum melangkah menuju sesuatu yang baru,” imbuhnya.
 
Masukan agar IPCM terus meningkatkan kapasitas pelayanan pandu juga datang dari praktisi maritim yang juga Anggota Komisi VII DPR Bambang Haryo Soekartono.
 
Legislator Gerindra ini utamanya menyoroti peran IPCM terhadap pelabuhan-pelabuhan yang kerap disinggahi kapal-kapal besar agar tumbuh kepercayaan dari pengguna.
 
“Sudah sewajarnya (IPCM) menyiapkan sandar pandu yang layak dengan layanan tunda atau tugboat yang baik. Konsekuensinya harus terpenuhi baik secara kuantitas maupun kualitas,” kata Bambang Haryo saat berbincang dengan redaksi beberapa waktu lalu.
 
Saatnya Unjuk Gigi
 
IPCM juga sudah mengukir prestasi dalam melayani proses sandar perdana kapal peti kemas berukuran Panamax, MSC Bremerhaven V di Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, Senin, 3 Agustus 2026.
 
Dalam proses pemanduan dan penundaan, IPCM mengerahkan empat kapal tunda, yakni KT Jayakarta 2, KT Teluk Jakarta 208, KT BVS 208, dan KT Abimanyu V, guna memastikan proses sandar berlangsung aman dan sesuai standar keselamatan pelayaran.
 
Direktur Utama PT Jasa Armada Indonesia Tbk Shanti Puruhita mengatakan, keberhasilan pelayanan tersebut menunjukkan kesiapan operasional IPCM dalam mendukung pengembangan Pelabuhan Patimban sebagai salah satu simpul logistik nasional.
 
“Keberhasilan pelayanan kapal Panamax MSC Bremerhaven V menunjukkan kesiapan operasional IPCM dalam mendukung pelabuhan yang semakin berkembang sebagai salah satu simpul logistik nasional,” ujar Shanti.
 
Ke depan dengan seiring meningkatnya volume perdagangan global yang masuk ke Indonesia, makin banyak kapal-kapal besar yang singgah di beberapa pelabuhan strategis Indonesia. Maka dari itu, sudah saatnya IPCM unjuk gigi untuk menampilkan performa terbaik dalam pelayanan yang berimplikasi bagi terdongkraknya pertumbuhan ekonomi nasional.       

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya