Berita

Petani binaan PT Pertamina EP Zona 7, Subholding Upstream Regional Jawa di Desa Jatisura, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. (Foto: RMOL)

Bisnis

Agens Hayati dan Rumah Burung Hantu, Cara Pertamina EP 7 Bantu Produktivitas Petani

RABU, 23 SEPTEMBER 2026 | 19:38 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Tidak hanya fokus mengejar target produksi minyak dan gas, PT Pertamina (Persero) juga komitmen pada sektor pertanian.

Hal tersebut dilakukan PT Pertamina EP Zona 7, Subholding Upstream Regional Jawa di Desa Jatisura, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Dikatakan Noor Taufiq, Officer Communication Relations and CID, PT Pertamina EP Zona 7, pendekatan itu dipilih karena adanya irisan kawasan produksi dengan lahan pertanian.


"Day to day-nya kami bersinggungan dengan masyarakat. Wilayah operasi yang mulai dari pipa, sumur, kemudian fasilitas operasi itu dekat lokasinya dengan area pertanian," ujar Noor Taufiq di lahan pertanian Desa Jatisura, Rabu 23 September 2026.

Implementasi komitmen itu dilakukan melalui Program Jari Tangan,  akronim dari Kerja Tani Berdikari dan Tahan Pangan sebagai bagian Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina.

Kata Taufiq, melalui pendampingan kepada kelompok tani seperti di Jatisura, Pertamina EP mendorong pemanfaatan limbah atau kotoran hewan menjadi bahan baku input pertanian. 

Pemanfaatan itu, salah satunya Pos Pelayanan Agens Hayati (PPAH), yang membantu memberikan daya tahan pada tanaman pada sejak usia muda sampai masa panen.

"Kita intervensi dengan penggunaan agens hayati, karena itu nanti akan memperbanyak rizobakteri untuk mengamankan tanah," tuturnya. 

"Dan itu diaplikasikan pada saat padinya masih muda. Jadi pada saat padinya itu tumbuh besar, dia lebih tahan dan lebih kuat terhadap hama dan penyakit," sambungnya.

Selain pada pupuk, masih kata Taufiq, TJSL Pertamina juga membuat rumah burung hantu yang dipasang di tengah areal tanaman padi.

"Ada indikasi ketika pertama kali kami melakukan pendampingan, ditemukan beberapa lokasi sawah itu yang rusak akibat tikus. Itu salah satu hal yang kita bantu melalui rumah burung hantu untuk menekan tikusnya," katanya.

Noor Taufiq mengatakan, dengan pendampingan itu terbukti produktivitas petani mengalami peningkatan.

"Rata-rata produksi sebelum kami dampingi itu di 6,5 ton. Saat ini kelompok tani pada saat tanen produksi gabah kering panennya itu di angka 8,5 sampai 11 ton," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya