Berita

Kamp pengungsi Tindouf (Foto: Human Rights Watch)

Dunia

Bantuan Kemanusiaan Kamp Tindouf Diduga Diselewengkan, Polisario Disorot

RABU, 23 SEPTEMBER 2026 | 19:07 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Dugaan penggelapan dana warga di kamp pengungsi Tindouf, Aljazair, mencuat setelah perusahaan Infravest for Contracting and Investment dilaporkan kolaps. 

Kasus tersebut memunculkan sorotan terhadap pengelolaan bantuan kemanusiaan dan dana yang diperuntukkan bagi warga Sahrawi yang hidup dalam kondisi sulit dan serba terbatas.

Mengutip laporan yang diterima redaksi Rabu, 23 September 2026, Perusahaan Infravest beroperasi di kamp Tindouf sejak 2022 di bawah arahan Sallamou Abba Ali dan dituding terlibat dalam sejumlah persoalan keuangan. 


Tuduhan yang muncul mencakup pengalihan bantuan internasional, pengayaan pribadi, hingga dugaan penipuan keuangan dalam skala besar.

Warga, pedagang, dan koperasi lokal di kamp “Rabouni” serta “Chahid El Hafed” dilaporkan menuntut pengembalian dana setelah Infravest mengalami keruntuhan. 

Nilai dana yang dipersoalkan diperkirakan mencapai sekitar 886 miliar dinar Aljazair atau sekitar 6,6 juta dolar AS.

Infravest disebut membangun kepercayaan melalui sponsor kegiatan budaya dan sejumlah proyek konstruksi sebelum diduga menjalankan skema investasi menyerupai Ponzi. Skema tersebut disebut menyerap tabungan keluarga Sahrawi yang berada dalam kondisi rentan. 

Muncul pula pertanyaan mengenai bagaimana perusahaan dapat beroperasi selama beberapa tahun di lingkungan kamp yang tertutup dan termiliterisasi.

Dugaan keterlibatan sejumlah tokoh senior dalam struktur Polisario juga turut mencuat. Namun, tuduhan tersebut masih membutuhkan bukti independen dan penyelidikan lebih lanjut sebelum tanggung jawab pihak-pihak tertentu dapat ditetapkan.

Situasi ini mendorong seruan kepada komunitas internasional, Uni Eropa, dan negara-negara donor untuk memperkuat pengawasan bantuan. 

Langkah yang diusulkan antara lain verifikasi penerima manfaat secara kredibel, audit independen terhadap distribusi bantuan, serta peningkatan akuntabilitas atas penggunaan dana publik dan amal.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya