Berita

Ilustrasi Apakah Air Hujan Buatan Hasil Modifikasi Cuaca Berbahaya (Sumber: Gemini Generated Image)

Nusantara

Apakah Air Hujan Buatan Hasil Modifikasi Cuaca Berbahaya? Cek Faktanya

RABU, 23 SEPTEMBER 2026 | 18:58 WIB | OLEH: TIFANI

Informasi yang menyebut air hujan hasil Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tidak layak digunakan dan berbahaya beredar di media sosial. Narasi tersebut menyebut air hujan hasil OMC terkontaminasi bahan pembenihan awan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa narasi tersebut tidak benar. Melansir laman resmi BMKG Kalimantan Barat, Operasi Modifikasi Cuaca telah melalui berbagai kajian ilmiah dan terbukti tidak menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan.

"Bahan semai yang umum digunakan dalam OMC adalah natrium klorida (NaCl), kalium klorida (KCl), dan kapur tohor," demikian keterangan BMKG.


NaCl digunakan untuk membantu pembentukan dan pertumbuhan butir air di dalam awan. Bahan tersebut pada dasarnya sama dengan garam dapur, meskipun memiliki perbedaan pada tingkat kemurnian dan ukuran partikelnya.

Keamanan dan efektivitas bahan-bahan tersebut juga telah diuji dalam berbagai pelaksanaan OMC di Indonesia. Operasi Modifikasi Cuaca dilakukan untuk membantu penanggulangan bencana hidrometeorologi, pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga meningkatkan cadangan air di bendungan.

Berdasarkan hasil evaluasi, penggunaan bahan semai dalam OMC tidak terbukti menurunkan kualitas air hujan. Dengan demikian, anggapan bahwa air hujan menjadi berbahaya karena mengandung sisa bahan OMC merupakan informasi keliru.

Meski demikian, BMKG mengingatkan bahwa kualitas air hujan tetap dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan di wilayah tempat hujan turun. Hal ini perlu menjadi perhatian, terutama ketika terjadi pencemaran udara akibat karhutla.

Saat karhutla terjadi, atmosfer dapat dipenuhi berbagai polutan dari hasil pembakaran, seperti debu, asap, jelaga, dan partikulat halus. Polutan tersebut dapat terbawa turun bersama tetesan air hujan.

Kondisi ini terutama perlu diperhatikan pada hujan pertama setelah periode udara tercemar. Karena itu, apabila terjadi penurunan kualitas air hujan, penyebabnya lebih berkaitan dengan polusi di atmosfer dan bukan akibat sisa bahan yang digunakan dalam OMC.

BMKG mengimbau masyarakat untuk mengendapkan dan menyaring air hujan terlebih dahulu sebelum digunakan, terutama jika air tersebut akan dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya