Berita

Ilustrasi pergerakan saham. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

RABU, 23 SEPTEMBER 2026 | 17:58 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup  di zona hijau pada perdagangan Rabu, 23 September 2026. Penguatan ini juga terjadi pada nilai tukar Rupiah yang menguat terhadap Dolar AS.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup di level 6.374, melonjak 97 poin atau 1,56 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Mayoritas saham berada di zona hijau. Tercatat 448 saham menguat, sedangkan 186 saham melemah dan 159 saham lainnya stagnan.


Aktivitas perdagangan cukup tinggi dengan volume mencapai 36 miliar saham dan nilai transaksi Rp12,8 triliun. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1,9 juta kali, sementara kapitalisasi pasar naik menjadi Rp11.169 triliun.

Sementara itu, nilai tukar Rupiah ikut menguat hari ini. Mengutip data Bloomberg, Rupiah ditutup di level Rp17.818 per Dolar AS, menguat 66 poin atau 0,37 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pengamat pasar keuangan Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan Rupiah ini terjadi setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan menahan suku bunga di level 5,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) hari ini.

Sejalan dengan itu, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50 persen.  

"Alasan utama BI Rate kembali dipertahankan iala stabilitas kurs rupiah masih terus bisa dijaga sekaligus mendorong tren pertumbuhan ekonomi Indonesia sambil menekan inflasi," kata Ibrahim dalam risetnya.

BI selanjutnya menyatakan akan terus memperkuat kebijakan insentif guna menarik aliran masuk modal asing. Langkah tersebut  diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar serta mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valuta asing. 

Sementara, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran akan tetap diarahkan untuk memberikan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Selain suku bunga, pasar kata Ibrahim juga menyambut penyelesaian utang Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) oleh pemerintah senilai Rp218 triliun kepada Bank Indonesia pada 24 Agustus 2026, yang menuntaskan kewajiban sejak masa krisis keuangan Asia tahun 1997-1998. 

Kewajiban tersebut dibayarkan secara rutin melalui Anggaran Pendapatan Negara (APBN). Dalam membayar seluruh kewajiban, pemerintah menggunakan skema Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dana tersebut bersumber dari sisa surplus BI yang dihasilkan dari kegiatan operasional.  

"Penyelesaian utang ini dipandang sebagai tonggak sejarah penting bagi kebijakan makroekonomi Indonesia. Pemerintah melalui Menkeu Suahasil menekankan bahwa proses panjang ini harus menjadi pembelajaran luar biasa dalam mengelola keuangan negara di masa depan agar terhindar dari krisis serupa," tandasnya.

Ibrahim memprediksi pergerakan Rupiah masih akan fluktuatif pada perdagangan Kamis, 24 September 2026. Rupiah diperkirakan bergerak di rentang Rp17.810 hingga Rp17.860 per Dolar AS.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya