Berita

Gubernur BI Destry Damayanti (tengah) dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Gedung BI Jakarta pada Rabu, 23 September 2026. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

BI Waspadai Minat Investor ke Emerging Market Tertahan, Ini Sebabnya

RABU, 23 SEPTEMBER 2026 | 16:14 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Gejolak perekonomian global masih menjadi perhatian Bank Indonesia (BI) di tengah meningkatnya tensi geopolitik dan ketidakpastian pasar keuangan.

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan kondisi global saat ini belum menunjukkan prospek yang kuat. Situasi tersebut juga dibayangi tekanan inflasi serta menguatnya Dolar AS terhadap mata uang berbagai negara.

“Pandangan kami terkait dengan prospek ekonomi global belum kuat, dikaitkan dengan ketidakpastian pasar keuangan yang tetap tinggi,” kata Destry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Gedung BI Jakarta pada Rabu, 23 September 2026.


Tekanan tersebut salah satunya terlihat dari pergerakan harga komoditas energi. Destry mencatat harga minyak dunia sempat melonjak hingga 132 Dolar AS per barel seiring kembali memanasnya perang di Timur Tengah.

Meski kemudian terkoreksi, harga minyak masih berada pada level tinggi dan tercatat di bawah 100 Dolar AS per barel pada 22 September 2026.

Kenaikan juga terjadi pada berbagai harga komoditas dunia lainnya. Dalam kondisi tersebut, BI memperkirakan ekonomi global pada 2026 hanya tumbuh sekitar 3,0 persen, sementara inflasi global diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 4,6 persen.

Tekanan inflasi dan ketidakpastian tersebut turut mendorong bank sentral di berbagai negara mempertahankan kebijakan moneter yang lebih ketat.

Di Amerika Serikat, suku bunga acuan atau Fed Funds Rate (FFR) berada pada kisaran 3,75-4,00 persen pada September 2026. Destry menyebut peluang kenaikan suku bunga AS masih terbuka.

Pada saat yang sama, imbal hasil (yield) US Treasury ikut meningkat. Kondisi ini tidak terlepas dari ekspektasi terhadap arah kebijakan The Fed serta besarnya defisit anggaran Pemerintah AS.

Perkembangan tersebut berdampak pada arus modal global. Minat investor terhadap aset portofolio di negara-negara emerging market masih tertahan.

“Preferensi investor global terhadap investasi portofolio ke negara emerging market tertahan dan berdampak pada tetap kuatnya indeks mata uang Dolar AS terhadap negara maju dan negara berkembang,” tambahnya.

Menghadapi kondisi eksternal tersebut, BI melihat perlunya koordinasi yang lebih kuat antara kebijakan moneter dan fiskal.

Menurut Destry, sinergi kedua kebijakan diperlukan untuk memperkuat ketahanan eksternal Indonesia, menjaga stabilitas ekonomi, sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi nasional.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya