Berita

Logo Bank Indonesia. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Panduan Resmi Penukaran Uang Rupiah yang Telah Dicabut oleh BI

RABU, 23 SEPTEMBER 2026 | 14:52 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Pernahkah Anda menemukan uang kertas atau koin lama tersimpan di dalam laci atau dompet lawas? Bank Indonesia (BI) secara berkala melakukan pencabutan dan penarikan sejumlah pecahan uang Rupiah dari peredaran.

Ketika uang Rupiah dinyatakan dicabut, maka uang tersebut otomatis tidak lagi berlaku sebagai alat pembayaran yang sah.

Meskipun sudah tidak dapat digunakan untuk berbelanja, masyarakat tidak perlu langsung khawatir jika masih menyimpannya.


Bank Indonesia memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menukarkan uang yang telah dicabut tersebut dalam jangka waktu 10 tahun sejak tanggal pencabutannya ditetapkan.

Perlu dicatat bahwa setelah batas waktu 10 tahun tersebut terlewati, uang lama itu tidak dapat ditukarkan lagi di lembaga keuangan manapun.

Bagi masyarakat yang ingin menukarkan uang yang telah dicabut, prosesnya dapat dilakukan dengan mudah.

Penukaran bisa dilakukan melalui kantor bank umum di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) atau langsung di Kantor Pusat Bank Indonesia (Jakarta) dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri.

Daftar uang Rupiah yang ditarik dari peredaran sangat beragam, mencakup berbagai kategori seperti uang kertas emisi tahun lama, uang logam dari berbagai tahun penerbitan, hingga deretan Uang Rupiah Khusus (URK).

Beberapa contoh kategori URK yang pernah dicabut meliputi Seri 25 Tahun Kemerdekaan RI, Seri Cagar Alam, Seri Save The Children, Seri Perjuangan Angkatan '45, Seri Demokrasi, hingga seri khusus lainnya.

Setiap pecahan memiliki tanggal penetapan pencabutan serta batas akhir masa penukaran yang spesifik sesuai regulasi.

Segala ketentuan mengenai pencabutan dan penarikan uang Rupiah tertuang secara resmi dalam Peraturan Bank Indonesia.

Agar tidak ketinggalan informasi penting terkait batas masa penukaran, masyarakat dapat memantau pengumuman yang disebarluaskan melalui situs resmi Bank Indonesia, televisi, surat kabar, radio, serta media sosial.

Pastikan untuk segera memeriksa koleksi uang lama Anda dan melakukan penukaran sebelum batas waktunya berakhir.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya