Berita

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). (Foto: Istimewa)

Hukum

KPK Temukan Dugaan Keterlibatan Ditjen Lain di Kasus ATR/BPN

RABU, 23 SEPTEMBER 2026 | 13:40 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya dugaan keterlibatan direktorat jenderal (Ditjen) lain dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, mengatakan, dugaan keterlibatan tersebut menjadi salah satu fokus penyidik saat melakukan penggeledahan di sejumlah ruangan pejabat eselon I ATR/BPN.

"Kemudian untuk dua Dirjen yang juga tadi dilakukan kegiatan di lapangan penggeledahan begitu, ini karena berdasarkan keterangan-keterangan yang berkembang, atau dokumen-dokumen yang ada di proses kegiatan tertangkap tangan yang pertama. Bahwa di situ ada keterlibatan pihak di ditjen yang lain," kata Taufik kepada wartawan, Rabu 23 September 2026.


Taufik menegaskan, perkara yang ditangani KPK tidak hanya berkaitan dengan Ditjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR), tempat Lampri selaku Dirjen telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Artinya bukan hanya di ditjen yang saat ini ditetapkan sebagai tersangka, itu saudara LMP ya. Jadi ada kegiatan di direktorat jenderal yang lain, tentunya itu juga menjadi fokus penyidik," tegas Taufik.

Sebelumnya, KPK menggeledah tiga ruangan Dirjen di lingkungan ATR/BPN, yakni ruang Dirjen PPTR, ruang Dirjen Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang (SPPR), serta ruang Dirjen Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah (PHPT).

Dua Dirjen yang ruangannya turut digeledah, Virgo Eresta Jaya selaku Dirjen SPPR dan Asnaedi selaku Dirjen PHPT, hingga kini belum ditetapkan sebagai tersangka.

Terkait hasil penggeledahan dan kemungkinan adanya pihak lain yang akan dimintai pertanggungjawaban hukum, Taufik mengatakan KPK masih mendalami temuan penyidik.

"Hasilnya seperti apa nanti akan diupdate secara berjenjang di level-level kegiatan kalau ketika memang sudah bisa disampaikan oleh tim penyidik seperti apa ke publik begitu ya," pungkas Taufik.

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Senin 14 September 2026. Dari kegiatan tersebut, KPK mengamankan 19 orang dan kemudian menetapkan delapan orang sebagai tersangka, termasuk Lampri.

Selain Lampri, tersangka lainnya yakni Sontang Coin Manurung selaku Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I, Adrianto Pitojo Adi selaku Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk, serta sejumlah pihak swasta.

KPK menduga perkara tersebut berkaitan dengan pengurusan perpanjangan atau pemecahan Hak Guna Bangunan (HGB) menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM) atas tanah yang dikelola Summarecon di Kabupaten Bogor. Dalam pengusutan perkara, KPK juga menemukan dugaan penerimaan uang terkait pengurusan pertanahan, mutasi-promosi jabatan, serta pelayanan pertanahan lainnya.

Dalam OTT tersebut, KPK turut mengamankan barang bukti uang tunai dengan nilai keseluruhan sekitar Rp106,3 miliar. Penyidik masih mendalami asal-usul, peruntukan, serta aliran sejumlah uang yang ditemukan dalam rangkaian operasi tersebut.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya