Berita

Penampakan aplikasi Muse AI (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Saham Meta Melaju Gara-gara Muse, Wall Street Pun Terpikat

RABU, 23 SEPTEMBER 2026 | 12:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Peluncuran agen kecerdasan buatan (AI) Muse mulai mengubah pandangan investor terhadap prospek bisnis Meta Platforms. Sejak diperkenalkan pada 8 September 2026, saham pemilik Facebook tersebut melonjak lebih dari 20 persen.

Kenaikan itu menambah lebih dari 200 miliar Dolar AS terhadap kapitalisasi pasar Meta sekaligus membawa saham perusahaan ke level tertinggi dalam lebih dari tujuh bulan.

Pada perdagangan Selasa 22 September 2026 waktu setempat, saham Meta kembali menguat 0,5 persen, setelah sehari sebelumnya melesat lebih dari 11 persen. Kinerja tersebut membuat Meta mengungguli sejumlah perusahaan teknologi yang tergabung dalam kelompok Magnificent 7.


Muse merupakan asisten AI yang dirancang untuk menjalankan berbagai tugas atas nama pengguna, mulai dari mengirim email dan memesan perjalanan hingga menyelesaikan transaksi seperti menjual mobil.

Meta menyediakan versi dasar secara gratis, sementara layanan berbayar ditawarkan dengan tarif 20 Dolar AS dan 100 Dolar AS per bulan untuk kebutuhan penggunaan yang lebih intensif.

Analis JPMorgan menilai Muse berpotensi menjadi salah satu aplikasi AI konsumen dengan jumlah pengguna terbesar sejak ChatGPT. Jangkauan distribusi Meta yang luas, kesesuaian produk dengan kebutuhan pengguna, serta tersedianya versi gratis dinilai menjadi faktor yang mendorong adopsi awal.

Data Apptopia menunjukkan Muse telah mencatat 2,8 juta unduhan dalam 12 hari pertama setelah diluncurkan. Angka tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan sekitar 1,3 juta unduhan ChatGPT dalam periode yang sama berdasarkan metrik dalam laporan tersebut.

Optimisme terhadap Muse juga merembet ke sektor semikonduktor. Reli saham Meta pada Senin turut mendorong saham AMD dan Intel. AMD bahkan untuk pertama kalinya menembus valuasi 1 triliun Dolar AS.

Michael O'Rourke, kepala strategi pasar JonesTrading, mengatakan pasar melihat perkembangan Muse sebagai peluang bagi pasar CPU yang sebelumnya menghadapi sejumlah tantangan.

Potensi monetisasi menjadi salah satu alasan utama investor merespons positif. Jefferies memperkirakan Muse dapat menghasilkan pendapatan tahunan hingga 10,8 miliar Dolar AS jika mampu mencapai 1 miliar pengguna pada akhir 2027 dan sekitar 3 persen di antaranya menggunakan layanan berbayar.

Atas prospek tersebut, Jefferies menaikkan target harga saham Meta menjadi 875 Dolar AS.

Namun, ekspansi Muse juga menghadapi tantangan terkait akses dan keamanan data. Amazon menyatakan tidak memberikan izin kepada Muse untuk mengakses tokonya dan meminta Meta menghapus Amazon dari pengalaman tersebut.

Amazon juga menuding Muse berpotensi menangkap dan menyimpan kredensial pelanggan serta mengakses data akun tanpa mengidentifikasi dirinya. Menurut Amazon, agen AI seharusnya beroperasi secara transparan dan memberikan pilihan kepada pengguna untuk menolak akses.

Terlepas dari persoalan tersebut, sentimen analis terhadap saham Meta masih cenderung positif. Data LSEG menunjukkan, dari 64 perusahaan sekuritas yang meliput Meta, sebanyak 57 memberikan rekomendasi "beli" atau lebih tinggi, dengan target harga median 760 Dolar AS.

Prospek Muse kini bergantung pada kemampuan Meta memperluas basis pengguna, mengonversi sebagian pengguna menjadi pelanggan berbayar, sekaligus menjawab persoalan keamanan dan akses data yang muncul dalam pengembangan teknologi agen AI.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Sandy Rio Kuahaty Nakhodai GAMKI Jakut 2026-2029

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:26

Bawaslu Dorong Transformasi Digital dari Administrasi ke Pengawasan Berbasis Risiko

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:23

Kementerian HAM Perluas Akses Pendidikan Tak Hanya untuk ASN

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:14

Reformasi Kelistrikan Penting untuk Capai Ekonomi 8 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:01

Menkop Kukuhkan Yudi Azis sebagai Rektor IKOPIN Periode 2026–2031

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:44

Bahas Keamanan hingga Lapangan Kerja

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:42

Meracik Horor Komedi di Film Ghosthing, Ini Pandangan Peter Surya Wijaya

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:41

Tanggapi Survei Celios, Gibran Janji Kerja Lebih Baik

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:35

Mantan Pj Gubernur Sulsel Bantah Cawe-cawe Pengadaan Bibit Nanas

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:31

APBD DKI 2027 Diusulkan Rp82,89 Triliun, Naik 4,18 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20

Selengkapnya