Berita

Pemimpin Houthi Yaman, Abdul-Malik al-Houthi (Foto: Fars News)

Dunia

Arab Saudi Izinkan Israel Gunakan Pangkalan Militernya untuk Intai Houthi

RABU, 23 SEPTEMBER 2026 | 11:32 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Arab Saudi dituding mengizinkan pesawat Israel menggunakan pangkalan militer di wilayah kerajaan untuk melakukan operasi pengintaian terhadap Kelompok Militer Houthi Yaman.

Tudingan tersebut disampaikan pemimpin Houthi Yaman, Abdul-Malik al-Houthi, dalam pidato yang disiarkan secara langsung dari Sanaa, dikutip Rabu, September 2026.

Dia mengatakan rezim Riyadh, dengan dukungan, pengawasan, dan kemitraan Amerika Serikat, Inggris, serta Israel, telah melancarkan agresi militer terhadap Yaman.


“Arab Saudi telah menargetkan semua infrastruktur sipil penting dan kebutuhan hidup di Yaman. Kampanye keji mereka ditandai dengan berbagai kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan," kata al-Houthi.

Al-Houthi juga mengecam sikap mayoritas negara Arab dan Muslim yang dinilainya tidak mengambil tindakan menghadapi agresi Saudi. 

Dia menuding Washington memberikan perlindungan politik atas tindakan Saudi di Yaman serta menjalin kesepakatan senjata bernilai miliaran dolar dengan Riyadh untuk membantu serangan terhadap rakyat Yaman.

“Arab Saudi menunjukkan sifat Zionisnya yang sebenarnya selama bertahun-tahun melakukan serangan militer dan blokade terhadap Yaman. Mereka telah menargetkan lebih dari 2.000 masjid, selain perayaan dan prosesi pemakaman. Semua kejahatan ini terdokumentasi dengan baik,” tegasnya.

Menurut al-Houthi, AS dan Israel turut memberikan bantuan melalui analis serta penasihat militer kepada Saudi dalam agresi terhadap Yaman. 

Dia juga menuding Riyadh berupaya melibatkan Turki dan Pakistan dalam operasi tersebut, serta menyebut Saudi telah menyerang fasilitas sipil, jembatan, dan berbagai fasilitas publik di Yaman.

Al-Houthi mengatakan Yaman tetap menyambut niat tulus Saudi untuk menghentikan agresi dan blokade, menarik diri dari wilayah Yaman yang diduduki, serta membebaskan aset-aset Yaman yang dibekukan.

Dia juga menyerukan kepada seluruh rakyat Yaman untuk mempertahankan mobilisasi, memperkuat institusi negara, menghadapi blokade dan agresi Saudi, serta meningkatkan kemampuan militer dan keamanan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Wall Street Variatif, Nasdaq Naik Ditopang Saham AI

Rabu, 23 September 2026 | 08:21

Kejagung Garap Lima Saksi di Kasus Korupsi MBG, Ada Pegawai SPPG Karawang

Rabu, 23 September 2026 | 08:06

Emas Gagal Bersinar, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga Ketat dan Penguatan Dolar AS

Rabu, 23 September 2026 | 07:41

Dolar AS Berfluktuasi Ditopang Ketidakpastian Minyak

Rabu, 23 September 2026 | 07:23

Bursa Eropa Beragam: Dorongan Sektor Teknologi Imbangi Tekanan Sektor Keuangan

Rabu, 23 September 2026 | 07:07

Ruang Amal Indonesia-IFG Life-Kemenko PM Hadirkan Program bagi Ojol Tunarungu

Rabu, 23 September 2026 | 06:40

Sering Kebakaran, Gedung Wajib Miliki Alat Deteksi Dini

Rabu, 23 September 2026 | 06:28

MUI Minta Pelaku Usaha Bersiap Hadapi Wajib Halal 18 Oktober

Rabu, 23 September 2026 | 06:18

Kursi Gibran Goyang

Rabu, 23 September 2026 | 06:03

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi

Rabu, 23 September 2026 | 05:45

Selengkapnya