Pemimpin Houthi Yaman, Abdul-Malik al-Houthi (Foto: Fars News)
Arab Saudi dituding mengizinkan pesawat Israel menggunakan pangkalan militer di wilayah kerajaan untuk melakukan operasi pengintaian terhadap Kelompok Militer Houthi Yaman.
Tudingan tersebut disampaikan pemimpin Houthi Yaman, Abdul-Malik al-Houthi, dalam pidato yang disiarkan secara langsung dari Sanaa, dikutip Rabu, September 2026.
Dia mengatakan rezim Riyadh, dengan dukungan, pengawasan, dan kemitraan Amerika Serikat, Inggris, serta Israel, telah melancarkan agresi militer terhadap Yaman.
“Arab Saudi telah menargetkan semua infrastruktur sipil penting dan kebutuhan hidup di Yaman. Kampanye keji mereka ditandai dengan berbagai kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan," kata al-Houthi.
Al-Houthi juga mengecam sikap mayoritas negara Arab dan Muslim yang dinilainya tidak mengambil tindakan menghadapi agresi Saudi.
Dia menuding Washington memberikan perlindungan politik atas tindakan Saudi di Yaman serta menjalin kesepakatan senjata bernilai miliaran dolar dengan Riyadh untuk membantu serangan terhadap rakyat Yaman.
“Arab Saudi menunjukkan sifat Zionisnya yang sebenarnya selama bertahun-tahun melakukan serangan militer dan blokade terhadap Yaman. Mereka telah menargetkan lebih dari 2.000 masjid, selain perayaan dan prosesi pemakaman. Semua kejahatan ini terdokumentasi dengan baik,” tegasnya.
Menurut al-Houthi, AS dan Israel turut memberikan bantuan melalui analis serta penasihat militer kepada Saudi dalam agresi terhadap Yaman.
Dia juga menuding Riyadh berupaya melibatkan Turki dan Pakistan dalam operasi tersebut, serta menyebut Saudi telah menyerang fasilitas sipil, jembatan, dan berbagai fasilitas publik di Yaman.
Al-Houthi mengatakan Yaman tetap menyambut niat tulus Saudi untuk menghentikan agresi dan blokade, menarik diri dari wilayah Yaman yang diduduki, serta membebaskan aset-aset Yaman yang dibekukan.
Dia juga menyerukan kepada seluruh rakyat Yaman untuk mempertahankan mobilisasi, memperkuat institusi negara, menghadapi blokade dan agresi Saudi, serta meningkatkan kemampuan militer dan keamanan.