Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. (Foto: Kemenhut)
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengapresiasi pegiat lingkungan Chanee Kalaweit dan Andrew Kalaweit yang ikut berjibaku mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan habitat sekitar 200 orangutan di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.
Raja Juli mengatakan, kolaborasi pemerintah, pegiat lingkungan, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pihak menjadi penting untuk mencegah api memasuki kawasan hutan yang menjadi habitat satwa dilindungi tersebut.
“Terima kasih sahabat saya Chanee Kalaweit, Andrew Kalaweit, dan seluruh pihak yang telah bergotong royong menjaga kawasan hutan yang menjadi habitat sekitar 200 orangutan dari ancaman kebakaran,” kata Raja Juli lewat akun instagram miliknya, Rabu, 23 September 2026.
Menurutnya, upaya pencegahan telah dilakukan dengan membangun sekat bakar sepanjang sekitar 3,5 kilometer. Kondisi kawasan saat ini relatif aman, namun kewaspadaan tetap harus dijaga hingga musim kering berakhir.
“Kewaspadaan dan kesiapsiagaan harus tetap dijaga hingga musim kering berakhir,” ujarnya.
Raja Juli juga menyampaikan apresiasi kepada Manggala Agni Kementerian Kehutanan, BPBD Barito Utara, Damkarmat, masyarakat sekitar, dunia usaha, serta tim Kalaweit/ANUA yang terus bekerja di lapangan.
“Perjuangan belum selesai. Kita jaga kawasan ini bersama, jangan biarkan api mengambil rumah bagi ratusan orangutan yang hidup di dalamnya,” tegasnya.
Sebelumnya, Andrew Kalaweit menyampaikan kondisi darurat di sekitar kawasan Kalaweit. Melalui unggahannya, Andrew meminta bantuan karena api telah meluas sekitar satu kilometer, sementara tenaga di lapangan masih terbatas.
“Situasi di dekat kawasan Kalaweit kembali gawat darurat. Kami butuh bantuan kalian. Lokasinya di Jalan Top Paring Lahung Km 4, Kecamatan Montalat, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah,” ujar Andrew.
Ia mengatakan sejumlah pompa bantuan telah datang ke lokasi. Namun, kebutuhan tenaga dan dukungan biaya untuk operasional di lapangan masih diperlukan.
Merespons kondisi tersebut, Raja Juli langsung memerintahkan penguatan pasukan darat Manggala Agni dan meminta dukungan operasi udara melalui water bombing.
“Saya langsung telepon Ketua BNPB, beliau mengatakan segera dikerahkan ke sana dengan koordinat yang tadi dikirimkan,” kata Raja Juli.
Dia juga menyebut telah meminta perusahaan tambang batu bara yang berada paling dekat dengan lokasi untuk ikut membantu penanganan karhutla. Meski perusahaan tersebut menilai lokasi kebakaran berada di luar area perizinan berusaha mereka, Raja Juli meminta dukungan tetap diberikan karena posisinya paling dekat dengan kawasan terdampak.
Ia juga membuka opsi penggunaan alat berat untuk membuat sekat bakar dalam kondisi darurat. Menurutnya, penggunaan alat berat dapat dilakukan untuk mencegah api meluas, dengan catatan penggunaannya harus benar-benar terbatas pada kebutuhan penanganan darurat.
“Tidak ada masalah kalau dalam keadaan darurat. Tinggal kita record, jangan sampai melebihi dari yang perlu untuk diantisipasi,” jelasnya.