Berita

Rupiah. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Rupiah Menguat ke Rp17.817 per Dolar AS Jelang Rilis Suku Bunga BI

RABU, 23 SEPTEMBER 2026 | 10:04 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar Rupiah menguat terhadap Dolar AS pada perdagangan Rabu 23 September 2026, menjelang pengumuman suku bunga Bank Indonesia (BI).

Mengutip data Bloomberg hingga pukul 09.30 WIB, Rupiah bergerak ke Rp17.817 per Dolar AS, menguat 67 poin atau 0,37  persen dari perdagangan sebelumnya.

Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan bank sentral berpeluang kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar siang ini.


“Pasar akan mencermati keputusan Bank Indonesia di tengah dinamika nilai tukar Rupiah, inflasi, serta kebijakan bank sentral global yang terfragmentasi,” kata Ibrahim dalam risetnya.

Ibrahim mengatakan sebagian bank sentral masih mengambil sikap hawkish, sementara sebagian lainnya masih memiliki ruang pelonggaran dengan mempertahankan posisi suku bunga acuannya.

“Melihat situasi inflasi global yang tinggi, kemungkinan Gubernur Bank Indonesia dalam rapat di hari Rabu (23 September) akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps,” jelasnya.

Ibrahim juga menyinggung pernyataan Gubernur BI Destry Damayanti yang sebelumnya menyebut tingkat suku bunga Indonesia saat ini sudah cukup tinggi, Karena BI sudah menaikkan 100 basis point.

Meski demikian, kondisi kebijakan moneter global dinilai turut menjadi pertimbangan. Ibrahim menyebut langkah bank sentral Amerika Serikat atau The Frd yang menaikkan suku bunga sebesar 25 bps dapat membuka peluang bagi BI untuk mengambil langkah serupa.

“Saya melihat dalam kondisi saat ini, kondisi Bank Sentral Amerika sudah menaikkan suku bunga 25 basis point, ada kemungkinan besar Bank Indonesia dalam pertemuan di minggu ini,” tandasnya.

Sementara itu, harga minyak dunia untuk kontrak November 2026 turun 0,75 persen menjadi 98,51 Dolar AS per barrel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak November turun 1,03 persen menjadi 89,59 Dolar AS per barrel.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Perlindungan Orang Utan Kalimantan dari Karhutla Terus Diperkuat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:43

Benarkah Hari Kliwon Lebih Rawan Kecelakaan?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:17

Lindungi Kehidupan Nelayan, KKP Segel Tambak Udang Tak Berizin di Karimunjawa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:46

Pasis Dikreg Seskoad Peroleh Doktrin Kepemimpinan dari Wapang TNI

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:20

Dampak MBG Bikin Konsumsi Protein Anak Naik hingga Hampir 80 Persen

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:57

Ekonomi Biru Dijaga, Nelayan Disejahterakan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:40

Peradi Profesional Dukung Langkah Presiden Bersih-bersih Mafia Tambang

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:16

DPR Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik di Batam-Bintan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:59

Staf Ahli Kapolri Pastikan Penanganan Maksimal Kabut Asap di Kalteng

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:43

Kepala BRAN dan Menteri PKP Bidik Percepatan Lahan untuk Rumah Rakyat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:20

Selengkapnya