Berita

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres (Foto: Unggahan akun X @antonioguterres)

Dunia

PBB: Perluasan Permukiman Israel Ancam Masa Depan Palestina

RABU, 23 SEPTEMBER 2026 | 09:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa peluang untuk mewujudkan perdamaian antara Israel dan Palestina semakin menyempit. 

Perluasan permukiman Israel di Tepi Barat serta meningkatnya kekerasan terhadap warga Palestina dinilai semakin mengancam terbentuknya negara Palestina.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan kondisi yang diperlukan bagi berdirinya negara Palestina yang berdaulat kini terus tergerus.


“Kondisi untuk negara Palestina yang merdeka, demokratis, berkesinambungan, layak huni, dan berdaulat sedang secara sistematis dihapus,” kata Guterres dalam pertemuan tingkat tinggi di sela-sela Sidang Umum PBB pada Selasa, dikutip Rabu, 23 September 2026.

Menurut Guterres, perluasan permukiman Israel, pembangunan pos-pos pemukim, serta meningkatnya kekerasan di Tepi Barat menjadi sejumlah faktor yang mempersempit peluang tercapainya solusi dua negara.

Ia secara khusus menyoroti rencana pembangunan permukiman Israel di kawasan E1, Tepi Barat. Jika dilanjutkan, pembangunan tersebut disebut dapat memberikan “pukulan telak” terhadap prospek terbentuknya negara Palestina yang berkesinambungan dan layak.

Pertemuan bertajuk The Way Forward itu membahas upaya mencapai solusi dua negara serta rencana perdamaian untuk Gaza. Guterres kembali menegaskan dukungan PBB terhadap pembentukan dua negara berdaulat, Israel dan Palestina, berdasarkan garis perbatasan sebelum 1967.

Menurutnya, solusi tersebut juga harus mengacu pada hukum internasional, resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan, serta kesepakatan-kesepakatan sebelumnya.

“Bagi warga Palestina dan semua orang yang peduli dengan perdamaian di Timur Tengah, dukungan untuk solusi dua negara harus melampaui sekadar kata-kata,” ujar Guterres.

Ia menilai solusi dua negara tetap menjadi jalur yang kredibel menuju perdamaian jangka panjang sekaligus bagian penting dari stabilitas kawasan Timur Tengah.

Guterres juga menekankan bahwa pembicaraan mengenai masa depan Gaza harus diikuti perbaikan nyata di lapangan. Sebagian besar dari sekitar 2,3 juta penduduk Gaza masih hidup di tengah kehancuran akibat perang.

PBB juga mencatat kondisi kemanusiaan yang masih berat. Warga sipil menghadapi risiko keselamatan, sementara pasokan penting masih terbatas.

Di Kota Gaza, sebanyak 21 orang, termasuk 12 anak-anak, dilaporkan tewas setelah sebuah bangunan tempat tinggal yang sebelumnya rusak akibat perang runtuh pada 16 September.

Keterbatasan mesin, bahan bakar, dan suku cadang juga menghambat operasi pencarian dan penyelamatan, perbaikan bangunan, serta upaya memindahkan warga dari daerah yang berisiko terkena banjir menjelang musim dingin.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Perlindungan Orang Utan Kalimantan dari Karhutla Terus Diperkuat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:43

Benarkah Hari Kliwon Lebih Rawan Kecelakaan?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:17

Lindungi Kehidupan Nelayan, KKP Segel Tambak Udang Tak Berizin di Karimunjawa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:46

Pasis Dikreg Seskoad Peroleh Doktrin Kepemimpinan dari Wapang TNI

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:20

Dampak MBG Bikin Konsumsi Protein Anak Naik hingga Hampir 80 Persen

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:57

Ekonomi Biru Dijaga, Nelayan Disejahterakan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:40

Peradi Profesional Dukung Langkah Presiden Bersih-bersih Mafia Tambang

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:16

DPR Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik di Batam-Bintan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:59

Staf Ahli Kapolri Pastikan Penanganan Maksimal Kabut Asap di Kalteng

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:43

Kepala BRAN dan Menteri PKP Bidik Percepatan Lahan untuk Rumah Rakyat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:20

Selengkapnya