Berita

Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono. (Foto: Humas Kemensos)

Nusantara

Negara Pastikan Anak Putus Sekolah Peroleh Pendidikan Layak Lewat SKB

SELASA, 22 SEPTEMBER 2026 | 17:51 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Anak-anak yang sebelumnya tidak sekolah, putus sekolah, atau belum memperoleh kesempatan belajar, kembali dapat mengenyam pendidikan tumbuh di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Sentra Dharma Guna Bengkulu.

Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono mengatakan, keberadaan SKB menjadi salah satu upaya negara untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh kesempatan bersekolah dan membangun masa depan.

“Melalui SKB, anak-anak kita yang tadinya tidak sekolah, putus sekolah, atau belum sekolah, akhirnya bisa bersekolah kembali. Ini adalah bentuk kolaborasi antara Kementerian Sosial dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memberikan ruang kepada mereka membangun kembali harapan,” ujarnya saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SKB Sentra Dharma Guna Bengkulu secara daring di kediamannya di Jakarta, Minggu, 20 September 2026. 


Menurut Agus Jabo, pendidikan memiliki peran fundamental memutus transmisi kemiskinan. Karena itu, upaya mengembalikan anak-anak yang terputus dari pendidikan tidak cukup dilakukan oleh satu institusi, tetapi membutuhkan kerja bersama berbagai pihak.

Ia menyebut masih terdapat jutaan anak yang belum bersekolah, sementara faktor ekonomi menjadi salah satu alasan keluarga tidak mampu menyekolahkan anak-anaknya. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kehadiran negara untuk memastikan anak-anak dari keluarga miskin tetap memiliki akses terhadap pendidikan.

“Jalur pendidikan adalah sarana yang paling fundamental untuk memutus transmisi kemiskinan. Tugas kita bersama adalah menjemput, mendampingi, dan mengantarkan anak-anak ini untuk mewujudkan apa yang menjadi cita-cita hidupnya dan harapan orang tuanya,” katanya.

Kehadiran Negara

Bagi Agus Jabo, setiap anak memiliki potensi yang dapat berkembang apabila diberikan kesempatan. Ia menegaskan, latar belakang keluarga tidak menentukan kemampuan seorang anak untuk berprestasi.

“Anak-anakku adalah anak-anak yang hebat, yang butuh peluang, yang butuh ruang untuk membuktikan dan memunculkan kehebatan kalian menjadi sesuatu yang bisa memberikan kebahagiaan dan harapan, terutama bagi kalian dan orang tua kalian,” tutur Agus Jabo. 

Kehadiran SKB juga menjadi pelengkap di tengah pengembangan Sekolah Rakyat. Dengan keterbatasan daya tampung Sekolah Rakyat dibandingkan jumlah anak yang membutuhkan layanan pendidikan, SKB menjadi salah satu ruang yang dapat menampung anak-anak yang belum memperoleh kesempatan belajar melalui jalur tersebut.

Agus Jabo mengatakan, negara perlu memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan bersekolah hanya karena kondisi ekonomi keluarganya.

“Kalau yang mampu bisa bersekolah dengan biaya sendiri, yang tidak mampu negara yang harus mengantarkan mereka, menjemput mereka. Di sinilah pentingnya kita semua bergotong royong dan berkolaborasi antara institusi supaya seluruh anak Indonesia bisa bersekolah dan mewujudkan impian mereka,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Agus Jabo juga menyampaikan apresiasi kepada para pendamping dan seluruh pihak yang terlibat dalam menjangkau anak-anak yang sebelumnya tidak mendapatkan perhatian dalam layanan pendidikan. Para pendamping, termasuk SDM PKH dan pendamping rehabilitasi sosial, berperan dalam melakukan asesmen dan penjangkauan sehingga anak-anak tersebut dapat kembali memperoleh kesempatan belajar.

Ia menekankan, sentra-sentra Kemensos tidak hanya menjalankan fungsi rehabilitasi sosial, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya pengentasan kemiskinan melalui pendidikan.

“Setelah adanya Sekolah Rakyat, harapan itu tumbuh kembali. Apalagi kemudian yang tidak bisa di Sekolah Rakyat ditampung melalui SKB-SKB yang diselenggarakan antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Sosial dan Dinas Sosial. Itu juga memberikan harapan baru bagi saudara-saudara kita yang miskin,” jelas Agus Jabo.

Karena itulah, ia mengajak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dinas pendidikan, dinas sosial, sentra Kemensos, serta para pendamping untuk terus memperkuat sinergi dalam menjangkau anak-anak yang belum bersekolah.

“Janganlah kita hanya bekerja dengan tugas dan fungsi, tetapi mari kita bekerja dengan hati nurani. Kita harus menjemput anak-anak kita dari keluarga miskin agar mereka bisa sekolah dan kemudian mewujudkan apa yang menjadi cita-cita mereka,” pungkasnya.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya