Berita

Ketua DPP PDIP, Puan Maharani. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Bisnis

PDIP Sudah Diajak Bicara soal Wacana Dua Partai Usung Capres-Cawapres

SELASA, 22 SEPTEMBER 2026 | 13:34 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Wacana pencalonan presiden dan wakil presiden hanya diusung dua partai politik di parlemen masih sebatas pembicaraan informal. Namun, PDI Perjuangan (PDIP) mengaku sudah diajak membahas wacana tersebut.

Ketua DPP PDIP Puan Maharani mengatakan, pembicaraan mengenai skema pencalonan capres-cawapres oleh dua partai politik belum dilakukan secara resmi.

“Jadi, pembicaraan informal selalu akan dibicarakan bersama partai-partai politik, dan PDI tentu saja siap untuk selalu ikut bicara,” kata Puan, Selasa, 22 September 2026.


Menurutnya, pembicaraan mengenai ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) 5 persen juga masih berlangsung di antara partai politik. Pembahasan tersebut belum masuk forum resmi.

“Dan terkait dengan ambang batas 5 persen yang sudah dibicarakan, kami juga sebenarnya sudah diajak berbicara namun tidak dalam forum tersebut,” ujar Puan.

Hal serupa terjadi pada wacana pilpres yang hanya diusung dua partai politik. Puan menyebut PDIP juga telah diajak berbicara, tetapi pembahasannya belum dilakukan dalam forum resmi.

“Juga terkait dengan apakah pilpres hanya dua partai, kami pun sudah diajak bicara namun tidak dalam forum tersebut. Jadi, dalam pembicaraan itu pembicaraan informal yang dibicarakan oleh partai-partai,” tuturnya.

Saat kembali ditanya mengenai usulan pencalonan capres-cawapres oleh dua partai di parlemen, Puan menegaskan bahwa wacana tersebut masih bersifat informal.

“Ya, yang dua partai itu, itu pun masih bersifat informal,” tegasnya.

Puan menambahkan, pembahasan resmi nantinya dilakukan di DPR. Ia menekankan bahwa pengaturan pemilu harus diarahkan agar pelaksanaan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden berjalan efektif dan efisien serta bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya