Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

BEI Turunkan Batas Harga Saham Jadi Rp1, Berlaku 28 September

SELASA, 22 SEPTEMBER 2026 | 13:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menurunkan batas harga terendah saham yang dapat diperdagangkan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dari sebelumnya Rp50 menjadi Rp1 per saham.

Ketentuan baru tersebut mulai berlaku pada perdagangan Senin 28 September 2026 dan diatur melalui Surat Keputusan (SK) Direksi BEI Nomor Kep-00136/BEI/09-2026 tentang Perubahan Peraturan Nomor II-A mengenai Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas.

BEI menyebut penurunan batas harga minimum ini dimaksudkan untuk memperluas rentang perdagangan saham, meningkatkan kualitas pembentukan harga (price discovery), mendorong likuiditas, serta memberi fleksibilitas lebih besar kepada investor dalam mengelola portofolio.


“Dengan perubahan ini, saham yang sebelumnya berada pada harga Rp50,00 dapat diperdagangkan dengan rentang harga yang lebih luas untuk meningkatkan kualitas price discovery, mendorong peningkatan likuiditas, serta memberikan fleksibilitas pelaku pasar dalam pengelolaan portofolio investasinya,” tulis Sekretaris Perusahaan BEI Elsierra Putri Yosita, dikutip Selasa 22 September 2026.

Seiring perubahan batas harga minimum, BEI juga menyesuaikan ketentuan Auto Rejection (AR) untuk efek bersifat ekuitas.

Pada masa transisi 28 September hingga 31 Desember 2026, saham dengan harga Rp1 hingga Rp10 akan memiliki batas Auto Rejection Atas (ARA) dan Auto Rejection Bawah (ARB) masing-masing sebesar Rp1.

Untuk saham dengan harga di atas Rp10 hingga Rp200, ARA ditetapkan 35 persen dan ARB 15 persen. Saham dengan harga di atas Rp200 hingga Rp5.000 memiliki ARA 25 persen dan ARB 15 persen. Sementara saham di atas Rp5.000 memiliki ARA 20 persen dan ARB 15 persen.

Mulai 1 Januari 2027, ketentuan ARB untuk sejumlah rentang harga akan disesuaikan. Saham Rp1 hingga Rp10 tetap memiliki ARA dan ARB sebesar Rp1. Untuk saham di atas Rp10 hingga Rp200, ARA dan ARB masing-masing menjadi 35 persen.

Kemudian, saham dengan harga di atas Rp200 hingga Rp5.000 memiliki ARA 25 persen dan ARB 35 persen, sedangkan saham di atas Rp5.000 tetap memiliki ARA 20 persen dan ARB 15 persen.

Penyesuaian juga berlaku bagi Unit Penyertaan Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA) melalui perubahan Peraturan Nomor II-O yang diatur dalam SK Direksi BEI Nomor Kep-000137/BEI/09-2026.

Untuk unit DINFRA dengan harga Rp1 hingga Rp10, batas ARA dan ARB ditetapkan masing-masing Rp1. Sementara untuk harga di atas Rp10, batas ARA dan ARB masing-masing sebesar 10 persen.

Seluruh perubahan tersebut berlaku mulai 28 September 2026.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya