Berita

Direktur Pusat Riset Politik, Hukum, dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam (Foto: Dokumen Pribadi)

Politik

Presiden Harus Bela Kepentingan Negara, Bukan Jaringan Lama

SELASA, 22 SEPTEMBER 2026 | 09:49 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Dugaan adanya kepentingan besar yang memengaruhi pengambilan keputusan di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) harus dibuktikan secara terbuka, bukan dibiarkan menjadi spekulasi di tengah masyarakat. 

Direktur Pusat Riset Politik, Hukum, dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam, menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto perlu memastikan tidak ada kepentingan kelompok yang lebih kuat daripada kepentingan negara dalam pengelolaan Kemenkeu

"Kalau ada ‘pemain besar’, bongkar dengan bukti. Kalau tidak ada, buktikan juga dengan transparansi," ujar Saiful kepada RMOL pada Selasa, 22 September 2026. 


Menurutnya, dugaan tersebut perlu dijawab dengan melakukan audit dan evaluasi independen terhadap berbagai rangkaian peristiwa yang terjadi di tubuh Kemenkeu

"Itu yang harus dicegah. Saya kira Presiden perlu memerintahkan audit dan evaluasi independen terhadap rangkaian peristiwa ini," ujarnya.

Saiful menegaskan, audit tersebut bukan ditujukan untuk mencari pihak yang harus disalahkan. Yang lebih penting adalah memastikan proses pengambilan keputusan di lingkungan Kemenkeu berjalan sesuai kepentingan negara.

*Bukan untuk mencari siapa yang harus disalahkan. Tetapi untuk menjawab beberapa pertanyaan mendasar siapa yang mengusulkan perombakan? Siapa yang menolak mengapa terjadi perbedaan pandangan? Apakah ada pejabat yang merasa dirugikan oleh rotasi tersebut?" tuturnya.

Selain itu, Saiful meminta pemerintah menelusuri kemungkinan adanya kepentingan dari luar institusi yang mencoba memengaruhi keputusan di Kemenkeu.

"Dan yang paling penting apakah ada kepentingan eksternal yang mencoba memengaruhi keputusan di dalam Kemenkeu?" tegasnya.

Menurut Saiful, seluruh kemungkinan tersebut harus dibuktikan melalui fakta. Ia mengingatkan agar dugaan mengenai adanya kelompok berkepentingan tidak berhenti sebagai rumor.

"Atau memang ada resistensi dari kelompok yang merasa kepentingannya terganggu? Semua kemungkinan tersebut harus dibuktikan melalui fakta, bukan spekulasi," katanya.

Ia menilai keterbukaan pemerintah menjadi penting untuk menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang.

"Kalau memang tidak ada apa-apa, buka datanya. Kalau memang ada masalah koordinasi, jelaskan. Kalau memang ada kesalahan kebijakan Purbaya, tunjukkan secara terbuka," tegasnya.

Namun, apabila hasil evaluasi justru menemukan adanya jaringan kepentingan yang selama ini nyaman dengan status quo dan melakukan perlawanan terhadap agenda pembenahan, Saiful meminta jaringan tersebut dibongkar.

"Tetapi kalau ternyata ada jaringan kepentingan yang selama ini nyaman dengan status quo dan kemudian melakukan perlawanan terhadap agenda pembenahan, itulah yang justru harus dibongkar. Karena negara tidak boleh kalah oleh birokrasi," tegasnya.

Saiful mengingatkan, persoalan tersebut tidak boleh berakhir hanya dengan pergantian pejabat.

"Yang berganti bisa saja menterinya, tetapi jejaring kepentingan di bawahnya tetap bertahan. Dan di sinilah Presiden Prabowo harus berhati-hati," ujar Saiful.

Menurutnya, Kemenkeu harus dijauhkan dari praktik tarik-menarik kepentingan kelompok.

"Dan Kementerian Keuangan tidak boleh menjadi arena tarik-menarik kepentingan kelompok," ujarnya.

Presiden Prabowo, kata Saiful, harus memastikan kepentingan negara dan uang rakyat menjadi dasar utama dalam setiap keputusan.

"Presiden Prabowo harus memastikan satu hal yang dilindungi bukan pejabatnya, bukan kelompoknya, bukan jaringan lamanya, tetapi kepentingan negara dan uang rakyat," tegasnya.

Ia juga mengingatkan jangan sampai lemahnya pengawasan justru dimanfaatkan pihak tertentu ketika publik tengah menunggu pembenahan penerimaan negara.

"Jangan sampai, ketika publik sedang menunggu pemberantasan kebocoran penerimaan negara, justru ada pihak-pihak tertentu yang berpesta karena pengawasan melemah," katanya.

Saiful menilai ukuran keberhasilan pemerintah bukan terletak pada pergantian figur di Kemenkeu, melainkan pada seberapa kuat sistem mampu mencegah kepentingan tertentu memainkan institusi negara.

"Ukuran keberhasilannya sederhana apakah setelah semua ini Bea Cukai dan Pajak menjadi lebih bersih, lebih profesional, lebih transparan, dan semakin sulit dimainkan oleh kepentingan apa pun," pungkas Saiful.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya