Perdana Menteri Inggris Andy Burnham (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Sky News)
Pemerintah Inggris menyatakan kesediaannya memberikan dukungan militer defensif kepada Arab Saudi untuk menghadapi serangan kelompok Houthi dari Yaman.
Berbicara kepada wartawan dalam perjalanan menuju New York untuk menghadiri Sidang Umum PBB, Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengonfirmasi bahwa bantuan tersebut hanya ditujukan untuk misi pertahanan, bukan untuk mendukung operasi militer Arab Saudi secara lebih luas.
Burnham mengatakan Arab Saudi telah meminta dukungan Inggris. Setelah mendapat masukan dari menteri pertahanan dan menteri luar negeri, ia menyetujui permintaan tersebut pada malam sebelumnya.
"Atas saran menteri pertahanan dan menteri luar negeri, tadi malam saya menyetujui permintaan itu," kata Burnham, dikutip dari Sky News, Selasa 22 September 2026.
Inggris akan membantu pengisian bahan bakar di udara bagi pesawat-pesawat Arab Saudi yang menjalankan misi pertahanan. Satu pesawat RAF Voyager akan dikerahkan untuk menjalankan tugas tersebut.
Burnham mengatakan keputusan itu diambil untuk melindungi kepentingan Inggris dan kawasan yang lebih luas. Menurut dia, Arab Saudi telah menjadi sasaran serangan dan menghadapi kemungkinan gangguan lebih lanjut.
"Saya bertindak untuk mengamankan kepentingan Inggris dan kawasan yang lebih luas," ujar Burnham. Ia menambahkan bahwa Inggris perlu membantu menjaga jalur tersebut tetap terbuka.
Dukungan itu bersifat sementara. Burnham mengatakan bantuan akan "berbatas waktu" dan pemerintah Inggris akan terus meninjau pelaksanaannya. Menurut informasi yang diperoleh Sky News, misi tersebut akan dimulai dalam beberapa hari dan berlangsung selama beberapa minggu, bukan berbulan-bulan.
Keputusan ini menjadi langkah militer besar pertama Burnham sejak menjabat. Pemerintah Inggris juga mengaitkan dukungan tersebut dengan upaya menjaga Selat Hormuz tetap terbuka dan menekan tekanan biaya hidup. Sekitar seperlima pasokan minyak dunia biasanya melewati jalur strategis tersebut, yang telah beberapa kali ditutup sejak perang AS dan Israel melawan Iran dimulai pada Februari.
Kelompok Houthi, yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman yang padat penduduk serta sebagian besar wilayah utara negara itu, telah melancarkan serangan terhadap Arab Saudi sejak menyatakan blokade laut terhadap negara tersebut pada Juli. Pada Sabtu, Houthi mengklaim melancarkan serangkaian serangan rudal dan pesawat tak berawak terhadap sejumlah lokasi yang mereka sebut "sensitif" di Riyadh.
Selain Inggris, Arab Saudi juga telah meminta dukungan dari Prancis, Pakistan, dan Mesir. Menurut laporan Associated Press (AP), permintaan itu muncul di tengah menipisnya persediaan rudal pencegat yang digunakan untuk menghadapi serangan.