Berita

Guguran lava pijar Gunung Merapi. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Merapi Bergolak, 34 Kali Luncurkan Guguran Lava Pijar

Sepanjang 21 September 2026
SELASA, 22 SEPTEMBER 2026 | 05:19 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat Gunung Merapi meluncurkan 34 kali guguran lava pijar. Aktivitas ini terpantau sepanjang Senin, 21 September 2026.

Jumlah ini menunjukkan peningkatan yang tinggi dalam waktu beberapa hari terakhir. Petugas pengamat Gunung Merapi, Suratno dalam laporannya menyampaikan bahwa guguran lava tersebut mengarah ke sektor barat daya.

Sektor ini meliputi hulu Kali Sat, Kali Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak. Jarak luncur maksimum material lava pijar tersebut mencapai 2.000 meter dari puncak kawah.


Secara keseluruhan, sistem kegempaan Merapi menunjukkan intensitas guguran yang tergolong tinggi. Petugas juga mendeteksi 68 kali gempa guguran. 

Gempa tersebut memiliki amplitudo 2 hingga 33 milimeter dengan durasi bervariasi antara 29,12 hingga 199,93 detik.

Sementara itu Yulianto, petugas BPPTKG lain menyebutkan bahwa selain guguran lava, aktivitas pembentukan dan penekanan magma baru masih terjadi di dalam kawah. Hal ini ditandai dengan munculnya 59 kali gempa Hybrid atau Fase Banyak dalam durasi 24 jam.

Data pemantauan ini menegaskan bahwa suplai magma dari kedalaman Gunung Merapi masih terus berlangsung. Aktivitas internal tersebut sewaktu-waktu dapat memicu munculnya awan panas guguran.

"Saat ini status Gunung Merapi tetap berada pada Level III atau Siaga," kata Yulianto dalam laporannya, dikutip dari RMOLJateng.

Masyarakat yang berada di sekitar kawasan rawan bencana diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sepanjang alur sungai yang berpotensi terjangkau guguran. 

Warga juga perlu mewaspadai ancaman lahar hujan, terutama saat curah hujan mulai meningkat di area puncak Gunung Merapi.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya