Berita

Ketua Dewan Pers, Prof. Komarudin Hidayat. (Foto: RMOL)

Politik

Dewan Pers Dorong Pedoman Liputan di Wilayah Berbahaya Diperkuat

SENIN, 21 SEPTEMBER 2026 | 21:11 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ketua Dewan Pers, Prof. Komarudin Hidayat, mengingatkan pentingnya keselamatan wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik di wilayah yang memiliki risiko tinggi.

Pernyataan tersebut disampaikan Komarudin menyikapi lima wartawan yang hingga kini belum ditemukan setelah hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

Menurut Komarudin, peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi wartawan maupun perusahaan media untuk lebih serius mempersiapkan aspek keselamatan sebelum melakukan peliputan di kawasan berbahaya.


Ia meminta wartawan yang hendak melakukan peliputan di wilayah berisiko untuk terlebih dahulu berkoordinasi dengan pejabat atau petugas setempat. Koordinasi diperlukan agar kegiatan jurnalistik tetap berjalan dengan memperhatikan kondisi dan potensi bahaya di lapangan.

“Kalau kawan-kawan ingin mengadakan suatu liputan pada daerah-daerah yang membahayakan, hendaknya berkoordinasi dengan pejabat atau petugas setempat,” ujar Komarudin di gedung Dewan Pers, Senin, 21 September 2026.

Selain wartawan, menurut Komarudin, pimpinan perusahaan media juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan jurnalis yang ditugaskan telah mendapatkan persiapan dan pelatihan yang memadai.

Ia menilai aspek keselamatan perlu menjadi bagian penting dalam kebijakan perusahaan ketika mengirim wartawan ke lokasi yang memiliki risiko tinggi, termasuk wilayah bencana.

“Pihak pimpinan harus memperhatikan betul. Sebab kalau ada musibah seperti ini, perusahaan dan pimpinannya harus memberikan special training,” katanya.

Komarudin menambahkan, kejadian tersebut juga menjadi momentum untuk mengkaji kembali aturan maupun pedoman peliputan di wilayah berbahaya.

Menurutnya, selain regulasi dan pedoman keselamatan, perhatian perusahaan terhadap wartawan dan keluarga yang ditinggalkan juga perlu diperkuat.

“Di samping ada aturan yang harus diantisipasi dan dikaji, perhatian perusahaan dan dari kawan-kawan pers juga harus ditunjukkan,” pungkasnya.




Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya