Berita

Pemilihan umum parlemen Rusia (Foto: X)

Dunia

Rusia Gelar Pemilu Parlemen Pertama Sejak Perang Ukraina

JUMAT, 18 SEPTEMBER 2026 | 15:32 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Rusia mulai menggelar pemilihan umum parlemen pada Jumat, 18 September 2026. 

Pemungutan suara berlangsung selama tiga hari dan menjadi pemilu parlemen pertama sejak Moskow melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada 2022, di tengah kondisi politik dan ekonomi yang terdampak perang selama sekitar empat setengah tahun.

Partai utama Kremlin, United Russia, diperkirakan tetap mempertahankan dominasinya di Duma Negara bersama sejumlah partai lain yang sejalan dengan Presiden Vladimir Putin. 


Namun, Kremlin memperketat kontrol terhadap kontestasi politik, sementara satu-satunya partai yang secara terbuka mengkritik perang, Yabloko, dicoret dari daftar peserta pemilu.

Kondisi ekonomi Rusia juga semakin tertekan akibat perang. Serangan drone Ukraina menimbulkan kerusakan besar terhadap kilang minyak dan fasilitas logistik Rusia. 

Serangan terhadap kilang minyak bahkan memicu krisis bahan bakar yang sempat mencapai puncaknya pada Juni, mereda selama beberapa pekan, lalu kembali terjadi pada Agustus.

Di tengah situasi tersebut, Kremlin menjadikan pemilu sebagai momentum untuk menunjukkan dukungan publik terhadap perang.

“Pilihan dan tekad Anda sekali lagi akan menunjukkan bahwa jutaan orang mendukung para pejuang kita, bahwa kita adalah bangsa yang bersatu, terikat oleh nilai-nilai bersama, ingatan sejarah, dan cinta kepada Tanah Air," ujar Putin.

Tekanan terhadap pemerintah juga terlihat dari menurunnya tingkat persetujuan terhadap Putin. Lembaga survei independen Levada Center mencatat tingkat persetujuan terhadap Putin sebesar 76 persen pada Agustus, turun dari 87 persen pada September 2025. 

Bahkan, ekonom utama bank negara VEB.RF, Andrei Klepach, sempat memperingatkan potensi gejolak sosial. 

“Kita tidak akan memenangkan persaingan dalam perang gesekan ini. Biaya kita terus meningkat. Saya hampir yakin kita akan menghadapi krisis sosial," ungkapnya. 

Selain Yabloko yang dicoret dari daftar partai, sejumlah politikus antiperang juga menghadapi proses hukum. Wakil Ketua Yabloko Maxim Kruglov dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara pada Juni, sementara anggota Yabloko Lev Shlosberg dihukum lebih dari 11 tahun penjara pada Agustus karena menyuarakan penolakan terhadap perang. 

Politikus liberal Boris Nadezhdin, yang sempat mencoba menantang Putin dalam pemilu presiden 2024, juga meninggalkan Rusia setelah ditetapkan sebagai agen asing dan dilarang mencalonkan diri.

United Russia yang menguasai lebih dari dua pertiga kursi Duma diperkirakan tetap menjadi kekuatan dominan. 

Pengamat Mark Galeotti mengatakan Kremlin mungkin membiarkan perolehan suara United Russia sedikit menurun agar hasilnya lebih mencerminkan dukungan sebenarnya, tetapi tetap memastikan partai tersebut dominan di parlemen.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ketika Gerakan Sosial Baru Menggugat Tatanan Politik

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:15

Ada Demo Mahasiswa, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:00

Cegah Perpecahan, Bagusnya Gibran Mundur

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:38

Ada Indikasi Dendam Politik di Balik Wacana Pelengseran Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:24

Legislator PKB Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Majalengka

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:01

Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Tembus Rp3.923 Triliun

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:53

Masyarakat Adat Wanam Merauke Butuh Pelatihan Pertanian Berkelanjutan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:45

BEM-KSI Gelar Silaturahmi ke PBNU dan Beri Apresiasi ke Gus Gudfan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:29

Selengkapnya