Berita

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran. (Foto: Istimewa)

Politik

Kritik Gubernur Kalteng Harus Substantif, Bukan Soal Dialek dan Aksen

SELASA, 15 SEPTEMBER 2026 | 13:45 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kritik publik terhadap Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran seharusnya diarahkan pada substansi penyelenggaraan pemerintahan, bukan persoalan dialek dan aksen saat berbicara. 

Begitu dikatakan pengamat kebijakan publik Muhammad Gumarang menyusul viralnya gaya komunikasi Agustiar ketika menyampaikan informasi mengenai penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

“Kalau kritik menyangkut kebijakan yang merugikan rakyat, kebijakan yang keliru atau melanggar undang-undang, tentu saya sepakat dan mendukung," kata Gumarang kepada wartawan, Selasa 15 September 2026.


"Tetapi kritik harus menyentuh substansi penyelenggaraan pemerintahan daerah,” imbuhnya menegaskan.

Menurutnya, kritik terhadap gaya komunikasi Agustiar yang berkembang di media sosial justru lebih banyak menyoroti dialek dan aksen atau logat ketika berbicara. 

Ia menilai kritik tersebut telah bergeser menjadi ejekan dan lelucon, bahkan dilakukan bukan hanya oleh masyarakat Kalimantan Tengah tetapi juga pihak dari luar daerah.

Gumarang memahami apabila sebagian orang mengalami kesulitan memahami ucapan Agustiar ketika mendengarkan pernyataannya secara sepintas. 

Namun, menurut dia, persoalan tersebut tidak serta-merta membuat substansi yang disampaikan gubernur menjadi salah, sebab pernyataan tersebut berkaitan dengan koordinasi dan upaya penanganan karhutla melalui OMC.

“Substansinya jelas menyangkut pemadaman kebakaran hutan dan lahan melalui Operasi Modifikasi Cuaca. Dalam video tersebut intinya beliau menyampaikan telah berkoordinasi dengan BPBD, sudah berkali-kali dilakukan OMC dan ada beberapa kali yang cocok, tetapi hasilnya belum maksimal,” tutur Gumarang.

Dia mengatakan masyarakat tetap memiliki ruang untuk mengawasi dan mengkritik Gubernur Kalteng sebagai kepala daerah. Kritik tersebut, kata dia, seharusnya menguji kebijakan dan penyelenggaraan pemerintahan berdasarkan kepentingan masyarakat serta ketentuan yang berlaku.

Gumarang juga mengingatkan Agustiar beserta orang-orang di sekelilingnya agar menjadikan polemik tersebut sebagai bahan evaluasi dalam berkomunikasi di ruang publik. 

Menurutnya, gaya komunikasi yang mudah dipelintir dapat kembali menjadi bahan “gorengan politik” dan berpotensi merembet ke persoalan lain yang sengaja dicari-cari.

“Secara konstitusi Agustiar Sabran adalah gubernur yang sah. Oleh karena itu, kritik yang dilakukan terhadap gubernur yang terpilih secara konstitusional tersebut harus substantif, berhubungan dengan tugas dan tanggung jawab terhadap pembangunan masyarakat Kalteng,” pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya