Berita

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham. (Foto: Istimewa)

Politik

Golkar: Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi!

SELASA, 15 SEPTEMBER 2026 | 13:06 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar mendukung aparat kepolisian untuk menindak tegas pihak-pihak yang terbukti menimbun atau menyalahgunakan BBM subsidi.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham, menilai penyalahgunaan BBM subsidi merugikan masyarakat yang berhak menerima dan memicu keresahan.

“Jangan sampai kepentingan segelintir oknum mengorbankan kepentingan masyarakat banyak,” kata Idrus kepada wartawan, Selasa, 15 September 2026.


Idrus juga merespons antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Makassar, Sulawesi Selatan. 

Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, sebelumnya mengungkap dugaan penggunaan kendaraan yang dimodifikasi dengan tangki berkapasitas besar untuk mengisi BBM subsidi dalam jumlah banyak.

Bahlil memastikan stok BBM nasional aman dengan cadangan di atas standar minimum sekitar 20 hari. Menurutnya, antrean di Makassar antara lain dipicu fenomena shifting, yakni peralihan konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi akibat kenaikan harga BBM nonsubsidi.

Selain itu, Bahlil mengungkap dugaan kendaraan seperti Pajero dan truk telah dimodifikasi dengan tangki berkapasitas 700 liter hingga satu ton.
Idrus menegaskan persoalan tersebut harus ditangani melalui pengawasan distribusi dan penegakan hukum.

“Ini tindakan yang tidak hanya melanggar aturan, tapi juga nyata merugikan rakyat dan menimbulkan keresahan dalam masyarakat,” kata Idrus.

Idrus yang juga mantan Menteri Sosial (Mensos) ini juga menilai penyalahgunaan BBM subsidi berpotensi mengganggu upaya pemerintah membangun ketahanan dan kemandirian energi nasional.

“Jadi sangat menyesalkan adanya tindakan-tindakan ini, karena bisa saja merusak citra pemerintah,” kata Idrus.

Lebih jauh, Idrus menegaskan bahwa kecukupan stok harus diikuti pengawasan distribusi yang ketat dari pemerintah. 

“Jadi tidak hanya mencukupi stok, tetapi pengawasannya juga harus benar, dan bila ada pelanggaran harus ditindak tegas,” pungkas Idrus.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya