Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Harga Minyak Makin Mahal, Gangguan Pipa Saudi Bikin Pasar Cemas

SELASA, 15 SEPTEMBER 2026 | 10:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak kembali menembus level tinggi setelah gangguan pada infrastruktur energi Arab Saudi dan serangan baru di kawasan tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak global.

Pada perdagangan Selasa, 15 September 2026, harga minyak mentah Brent berjangka naik 1,24 Dolar AS atau 1,18 persen menjadi 106,93 Dolar AS per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 1,29 Dolar AS atau 1,24 persen menjadi 102,65 Dolar AS per barel. Kenaikan ini melanjutkan penguatan pada sesi sebelumnya, ketika Brent naik sekitar 1 persen dan WTI menguat 1,3 persen.


Kenaikan harga minyak terutama dipicu gangguan pada jalur pipa Timur-Barat Arab Saudi setelah serangan terhadap infrastruktur energi negara tersebut. Jalur ini penting karena memungkinkan Saudi mengalihkan sebagian ekspor minyaknya ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah tanpa harus melewati Selat Hormuz.

Kekhawatiran pasar semakin besar setelah kelompok Houthi yang didukung Iran melancarkan serangan baru terhadap Arab Saudi pada Senin. Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa konflik di Timur Tengah dapat meluas dan semakin mengganggu pasokan minyak global.

Gangguan di Selat Hormuz juga menjadi perhatian. Lalu lintas kapal komoditas melalui jalur tersebut turun menjadi kurang dari 10 transit per hari selama akhir pekan, dibandingkan rata-rata 14 transit dalam 10 hari sebelumnya. Padahal, sebelum perang AS-Israel di Iran dimulai pada 28 Februari, sekitar seperlima pasokan minyak global biasanya melewati selat tersebut.

Arab Saudi juga menghadapi risiko berkurangnya cadangan minyak yang tersedia untuk ekspor jika jalur pipa Timur-Barat tidak segera kembali beroperasi. Jalur tersebut sebelumnya digunakan untuk mengalihkan sekitar 4 juta barel minyak per hari, atau sekitar 4 persen pasokan minyak global, menuju pelabuhan Yanbu.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya