Berita

Kepala Bakom RI Muhammad Qodari (Foto: Bakom RI)

Politik

Qodari: Prabowo Perkuat Kerja Sama BRICS untuk Kesejahteraan Rakyat

SELASA, 15 SEPTEMBER 2026 | 09:23 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kepala Bakom RI Muhammad Qodari mengatakan kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam KTT BRICS 2026 di New Delhi, India, bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan bagian dari upaya memperluas kerja sama yang berorientasi pada kepentingan nasional.

Menurut Qodari, forum BRICS dimanfaatkan Prabowo untuk membuka peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan. 

Untuk itu, Prabowo berulang kali menekankan pentingnya negara-negara anggota BRICS mempererat kolaborasi.


"Indonesia tentu tidak menghadiri forum tersebut tanpa tujuan yang jelas. Pemerintah memanfaatkan forum itu untuk memperluas kerja sama agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Indonesia, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan kesejahteraan," ujar Qodari dalam keterangannya, dikutip Selasa, 15 September 2026.

Qodari menambahkan, dalam sesi tertutup KTT BRICS pada Sabtu, 12 September 2026, Prabowo menegaskan Indonesia tidak ingin didikte oleh kekuatan mana pun. 

Menurutnya, kemandirian nasional harus dibangun dari dalam negeri, mulai dari kemampuan memenuhi kebutuhan pangan, menjamin ketahanan energi, menyediakan pendidikan, hingga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mencapai kemakmuran bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengajak negara-negara anggota BRICS saling membantu untuk mencapai kemakmuran bersama. 

Qodari menilai sikap tersebut sejalan dengan politik luar negeri bebas aktif Indonesia yang menempatkan kerja sama internasional sebagai instrumen untuk memperkuat kepentingan nasional tanpa bergantung pada satu poros tertentu.

"Kehadiran Presiden Prabowo dalam forum tersebut perlu dipahami sebagai bagian dari pelaksanaan tugas konstitusional sekaligus upaya memperkuat kepentingan masyarakat di dalam negeri," tambah dia.

Qodari menegaskan, kerja sama Indonesia dengan negara-negara BRICS semakin relevan di tengah kompleksitas situasi global dan menguatnya proteksionisme ekonomi. 

Karena itu, diversifikasi mitra ekonomi menjadi salah satu strategi untuk memperkuat ketahanan nasional, sementara keberhasilan diplomasi pada akhirnya diukur dari manfaat yang dapat dirasakan langsung masyarakat. 

"Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan diplomasi bukanlah seberapa banyak pertemuan yang terlaksana, melainkan seberapa besar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat," tutup Qodari.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya