Berita

Pengurus DPD Hanura Yogyakarta. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Hanura Yogyakarta Siap All Out Menuju Pemilu 2029

SELASA, 15 SEPTEMBER 2026 | 01:20 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Dewan Pimpinan Pusat Partai (DPP) Partai Hanura melantik pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hanura Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) periode 2026-2031 di Yogyakarta, Senin, 14 September 2026. 

Pengurus baru Hanura DIY menegaskan kesiapan mengibarkan Bendera Singa ke seluruh daerah, sekaligus menghadapi agenda demokrasi ke depan.

"Atas kepercayaan ketua umum, kami akan kibarkan bendera Singa Hanura ke seluruh wilayah di Provinsi Yogyakarta, dan meraih hasil maksimal di Pemilu 2029," ujar Ketua DPD Hanura DIY, Heru Bantolo dalam pidato sambutannya usai pelantikan.


Ia memastikan, seluruh jajaran DPD dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura se-Provinsi DIY, akan melakukan konsolidasi menyeluruh dan berkelanjutan di setiap tingkat kepengurusan. 

Heru menegaskan, Hanura DIY akan menjadikan kepengurusan di tingkat desa dan kelurahan sebagai ujung tombak partai dalam melayani masyarakat dan menjalankan agenda demokrasi ke depan.

"Kami juga akan terus menjalin persahabatan dengan seluruh unsur politik di Provinsi Yogyakarta. Semoga Hanura menjadi kekuatan politik yang dibanggakan di Yogyakarta," harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPP Hanura, Akhmad Muqowam menyampaikan sambutan dan pesan Ketua Umum Hanura, Oesman Sapta (OSO).

"Pelantikan bukan akhir, tapi awal tanggung jawab. Buktikan, siapa yang bekerja dan apa yang dikerjakan, apa manfaatnya bagi organisasi dan masyarakat," ucap Muqowan membacakan arahan Ketua Umum.

OSO, kata Muqowam, meminta seluruh kepengurusan baru tak hanya membangun struktur di atas kertas. Menurutnya, DPD harus bekerja membentuk DPC, Pimpinan Anak Cabang (PAC), dan seluruh struktur yang punya kader, aktivitas, agenda kerja, serta hubungan erat dengan rakyat di akar rumput.

Berpihak kepada daerah, sesuai slogan Hanura, lanjut Muqowam, harus diterjemahkan menjadi kerja-kerja oleh seluruh kader. 

"Kader harus hadir saat masyarakat daerah mendapati persoalan, dengar rakyat, pahami masalah, perjuangkan, kawal pelaksanaannya," imbuhnya.

Sambung dia, Ketum Hanura jangan gunakan jabatan untuk kepentingan pribadi. Kepentingan organisasi dan rakyat, harus jadi yang utama.

"Jangan pulang hanya membawa SK. Bekerja serius demi organisasi, jaga kehormatan partai, temani rakyat, mari kita songsong Pemilu 2029, untuk kemenangan Hanura," tegasnya.

Lebih lanjut, Muqowam mengatakan, pelantikan DPD Hanura DIY berlangsung bersamaan dengan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Nasional Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Hanura se-Indonesia. "Dalam kesempatan ini kami juga membuka Bimtek Nasional Anggota DPRD Hanura," imbuhnya.

Sebelumnya, dalam proses pelantikan, Wasekjen DPP Hanura, Hanurani membacakan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan DPD DIY periode 2025-2030. Sementara, Ketua Dewan Penasihat DPP Hanura, Irjen Pol Marwan Paris membacakan naskah pelantikan.

"Atas nama Ketua Umum DPP Hanura, saya melantik saudara sekalian. Saya yakin saudara mampu melaksanakan tugas sesuai fungsinya dan mengabdi sepenuhnya untuk Hanura. Semoga mendapatkan hasil yang baik di Pemilu 2029," tegas Marwan, dilanjutkan dengan penyerahan pataka Hanura kepada pengurus baru.

Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan Kesbangpol Provinsi DIY, serta komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi DIY. Sejumlah pimpinan partai politik (parpol) di Provinsi DIY tampak hadir, di antaranya PDI Perjuangan, Golkar, PKB, PPP, PKS, Perindo, Nasdem, dan PSI.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya