Berita

Ilustrasi pembukaan rekening. (Foto: Artificial Inteligence Gemini)

Bisnis

Rekening Massal Jangan jadi Kebijakan Gagah-gagahan, Awas APBN Tekor!

MINGGU, 13 SEPTEMBER 2026 | 21:15 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Efektivitas kebijakan pembukaan rekening secara massal plus saldo gratis kepada masyarakat masih menimbulkan kekhawatiran. Alih-alih bermanfaat, rencana pemerintah ini bisa membuat negara tekor jika tidak dipikirkan matang. 

"Tetapi APBN terkuras akibat saldo gratis. Belum lagi kalau rekening tidak berfungsi, tentu akan mubazir," kata Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi kepada RMOL, Minggu, 13 September 2026.

Ia meminta pemerintah punya indikator jelas untuk mengukur dampak program tersebut. Bukan hanya menghitung jumlah rekening yang berhasil dibuka, tetapi sejauh mana kebijakan ini bisa mendorong aktivitas ekonomi dan meningkatkan pendapatan masyarakat.


Ditambah, rencana kebijakan ini ditaksir menelan anggaran hingga Rp11 triliun untuk membuka 200 juta rekening baru.

"Atau adakah strategi untuk mengukur seberapa jauh pertumbuhan pendapatan dari pembukaan rekening itu? Jangan sampai kebijakan ini hanya sebatas gagah-gagahan dan mencari simpati belaka," kata Muslim.

Meski demikian, ia tidak memungkiri rencana kebijakan tersebut memiliki sejumlah manfaat, terutama untuk mempermudah penyaluran bantuan sosial (bansos) secara langsung, mengurangi risiko korupsi dalam distribusi bantuan, serta memperbaiki pendataan masyarakat berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Rekening yang terhubung dengan identitas masyarakat juga dinilai dapat membantu mencegah penyalahgunaan NIK untuk berbagai kejahatan, termasuk judi online.

"Pembayaran bansos bisa langsung dan mengurangi risiko korupsi, masyarakat terdata secara efektif berdasarkan NIK. Tentu dengan catatan dikelola secara baik," pungkasnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya