Berita

Presiden RI Prabowo Subianto (Foto: BPMI Setpres)

Dunia

Prabowo Serukan Penguatan Suara Global South Lewat BRICS

MINGGU, 13 SEPTEMBER 2026 | 15:23 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden RI Prabowo Subianto menyerukan penguatan suara negara-negara Global South dalam menentukan arah pembangunan dan masa depan tatanan dunia. 

Menurutnya, BRICS memiliki posisi strategis untuk menyatukan sekaligus memperkuat kepentingan negara-negara berkembang di tengah dinamika global.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri sesi terbuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, Republik India, Minggu, 13 September 2026.


Presiden menilai kerja sama melalui BRICS harus diarahkan untuk menciptakan masa depan yang tangguh, inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.

“Sebuah masa depan di mana ketangguhan melindungi pembangunan, inovasi memperluas peluang, kerja sama menghasilkan dampak nyata, dan keberlanjutan berarti kesejahteraan diwujudkan baik untuk masa kini maupun bagi generasi mendatang,” ucap Presiden.

Prabowo mengingatkan, masyarakat internasional dalam empat tahun mendatang akan memasuki 2030 yang menjadi batas pencapaian Agenda 2030 dan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). 

Berbagai komitmen global telah disepakati untuk mengentaskan kemiskinan, melindungi planet, serta memperkuat institusi.

“Komitmen ini tetap teguh. Kita harus terus melangkah melampaui tahun 2030,” ujarnya.

Menurut Prabowo, Agenda 2030 tidak boleh dimaknai sebatas pencapaian target pembangunan dalam kurun waktu tertentu. 

Lebih jauh, agenda tersebut harus menjadi momentum untuk menempatkan negara-negara berkembang pada posisi yang semestinya dalam tatanan global.

“Agenda ini bertujuan membawa negara-negara berkembang ke posisi yang semestinya, mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan bagi rakyat kita, serta memberikan peran yang lebih besar bagi negara-negara berkembang dalam membentuk tatanan global,” kata Presiden.

“Oleh karena itu, sudah sewajarnya suara negara-negara Global South didengar, tidak hanya dalam mempercepat pelaksanaan agenda 2030, tetapi juga dalam menentukan arah masa depan setelahnya,” tandasnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya