Berita

Buku antologi puisi perdana karya Ihwan Nugraha. (Istimewa)

Hiburan

Horison Seseorang Ajak Pembaca Menelusuri Lima Lapisan Diri

MINGGU, 13 SEPTEMBER 2026 | 14:39 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Sebuah buku puisi tak selalu harus dibaca dengan bekal pemahaman sastra yang rumit. Lewat Horison Seseorang, Ihwan Nugraha justru mengajak pembaca berpetualang menyusuri kegelisahan, luka, penerimaan, hingga menemukan cahaya dengan cara yang lebih dekat dan personal.

Buku antologi puisi perdana karya Ihwan Nugraha yang diterbitkan Taresia ini merekam perjalanan mencari makna dari berbagai tempat dan waktu. Puisi-puisi di dalamnya lahir dari ruang yang sangat beragam, mulai dari kantor, perjalanan, hingga sela-sela kehidupan yang terus bergerak.

Horison Seseorang menjadi semacam ruang bagi siapa pun yang sedang berusaha menyusun kembali pecahan dirinya. Ihwan tidak sekadar menghadirkan kumpulan puisi, tetapi menyusun sebuah perjalanan yang mengajak pembaca menelusuri lima lapisan hingga mencapai titik terluar bumi.


“Setiap penulis punya cara dan gaya masing-masing. Horison Seseorang bagi saya adalah proses dalam kepenyairan serta kepenulisan, dan itu akan berlanjut. Rasanya ketika satu buku selesai, justru perjalanan baru dimulai,” ujar Ihwan saat berbincang dengan redaksi, Minggu, 13 September 2026.

Bagi Ihwan, menyelesaikan buku pertama bukan berarti menemukan semua jawaban. Justru muncul kegelisahan baru tentang apakah karya yang dibuat layak, pantas, dan cukup baik untuk diterima pembaca.

“Rasa gelisah untuk apakah karya kita layak, pantas dan cukup baik untuk diterima banyak orang? Barangkali itu adalah horisonku setelah ini untuk menjawabnya sembari belajar untuk karya-karya selanjutnya,” katanya.

Menariknya, respons pembaca terhadap buku perdana ini terbilang positif. Dalam dua pekan masa pre-order, sebanyak 100 eksemplar Horison Seseorang telah terjual. Saat ini tersisa lebih dari 25 eksemplar yang masih tersedia, sementara penerbit tengah mempersiapkan 100 eksemplar untuk gelombang pre-order berikutnya dalam beberapa pekan mendatang.

Ihwan mengatakan buku tersebut sengaja dibuat agar dapat dinikmati pembaca dari berbagai kalangan tanpa harus terlebih dahulu memahami teori atau kedalaman sastra.

“Buku ini sangat accessible untuk semua kalangan. Tidak harus memahami kedalaman sastra ketika membacanya. Justru puisinya berproses menjadi bentuk yang menemani para pembaca menelusuri lima lapisan sampai titik luar bumi,” tuturnya.

Ia juga menyimpan sebuah pengalaman yang sengaja tidak dijelaskan secara gamblang kepada pembaca. Di balik rangkaian puisinya terdapat dramaturgi dan montase yang menghubungkan satu puisi dengan puisi lainnya. Namun, Ihwan memilih tidak membongkar struktur tersebut.

“Kalau ada hal-hal baru yang jarang ditemukan di buku puisi Indonesia, sebenarnya saya ingin menyampaikan bahwa ada dramaturgi dan montase antarpuisi. Tapi layaknya itu tidak kita bicarakan. Biarlah pembaca merasakan,” ujarnya.

Bagi Ihwan, buku ini pada akhirnya bukan hanya tentang dirinya sebagai penulis, tetapi juga tentang perjalanan pembaca ketika menemukan makna masing-masing.

“Apresiasiku besar untuk teman-teman yang sedang berproses juga dan sudah berpetualang menelusuri lapisan horison bersama Horison Seseorang,” katanya.

Setelah diperkenalkan melalui soft launch dalam sebuah podcast pada 4 Oktober mendatang, Horison Seseorang akan dibawa ke panggung yang lebih besar melalui literary event pada 6 Desember.

Bagi pembaca yang ingin mengikuti perjalanan Horison Seseorang, buku tersebut dapat dipesan melalui kontak 085798169283 atau 0811198673, serta Instagram @horisonseseorang.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

PLN Perluas SPKLU Signature Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Minggu, 13 September 2026 | 08:21

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

Minggu, 13 September 2026 | 08:01

AntreEV Permudah Antrean SPKLU Lewat PLN Mobile

Minggu, 13 September 2026 | 07:40

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

Minggu, 13 September 2026 | 07:03

Bisa Pengaruhi Investor, Penegak Hukum Ditantang Adil di Kasus Transfer Pricing

Minggu, 13 September 2026 | 06:51

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

Minggu, 13 September 2026 | 06:21

Ketika Hukum Terlihat Sedang Mencari Pasal, Bukan Kebenaran

Minggu, 13 September 2026 | 05:47

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

Minggu, 13 September 2026 | 05:16

Budi Daya Lobster Modeling Batam Tembus Pasar Ekspor, Daerah Lain Siap Menyusul

Minggu, 13 September 2026 | 04:43

Strategi Pengusaha Indonesia Hadapi CBAM EU dan IEU-CEPA

Minggu, 13 September 2026 | 04:14

Selengkapnya