Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: BPMI Setpres)

Global

KTT BRICS 2026

Prabowo Tegaskan Perdagangan dan Mata Uang Tak Boleh Jadi Senjata

MINGGU, 13 SEPTEMBER 2026 | 08:41 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya membangun tatanan ekonomi global yang lebih adil dan tidak menjadikan perdagangan maupun mata uang sebagai instrumen tekanan terhadap negara lain. 

Pesan itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di New Delhi, India, Sabtu, 12 September 2026.

Menurut Prabowo, negara-negara berkembang membutuhkan sistem perdagangan dan keuangan internasional yang lebih responsif terhadap kebutuhan mereka. 


Karena itu, reformasi institusi keuangan internasional menjadi salah satu agenda penting yang harus didorong bersama oleh negara-negara Global South.

“Perdagangan dan mata uang tidak boleh dijadikan senjata; keduanya harus lebih responsif terhadap kebutuhan negara-negara berkembang, termasuk dengan menyediakan akses yang lebih baik terhadap sumber daya,” kata Prabowo.

Prabowo menilai BRICS memiliki posisi strategis untuk memperkuat kapasitas negara-negara berkembang dalam menghadapi tantangan ekonomi global. 

Dia menekankan, kekuatan tersebut tidak boleh berhenti pada angka-angka ekonomi maupun kerja sama di atas kertas.

BRICS, kata Prabowo, harus mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam memastikan ketahanan pangan, energi, pembangunan dan kesejahteraan.

“Dengan memobilisasi sumber daya untuk infrastruktur dan pembangunan, kita dapat memperkuat kapasitas Global Selatan untuk membiayai masa depannya sendiri. Inilah jenis kekuatan kolektif yang kita butuhkan,” ujar Prabowo.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Dede Indra: Polri Serius Perangi Narkoba!

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:26

Grup Salim Guyur Rp2,25 Triliun untuk Buyback Saham, Ini Efeknya bagi LSIP, INDF, dan ICBP

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:13

Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:35

98 Resolution Network Soroti Tata Kelola SDA dan Ekonomi Kerakyatan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:07

TRUK dan PNSE Rajai Daftar Saham Top Gainers Sepekan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:46

Harga iPhone Duo di Indonesia, Mulai Rp 45 Juta hingga Rp 75 Juta

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30

Tanpa Suara, BYD Atto 1 Seruduk Mobil dan Lindas Pengemudi Ojol

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:26

5 Gunung di Pulau Jawa Dilanda Karhutla Pekan Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:23

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla lewat Website BMKG dan NASA

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:02

Mengenal Virus Shamonda yang Ditemukan pada Pasien Meninggal di Prancis

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:59

Selengkapnya