Berita

Ilustrasi dampak Karhutla.(Foto: istimewa)

Politik

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

MINGGU, 13 SEPTEMBER 2026 | 08:01 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kasus gangguan pernapasan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melonjak lebih dari dua kali lipat dalam sepekan. Data Kementerian Kesehatan per 9 September mencatat 113.336 orang terdampak, naik dari 50.891 orang pada 1 September.

Angka tersebut menjadi alarm serius. Lebih dari 12,5 juta orang di tujuh provinsi terpapar asap. Karena itu, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Nevi Zuairina, mendesak pemerintah memperlakukan karhutla sebagai darurat kesehatan, bukan semata-mata persoalan lingkungan.

“Ketika lebih dari 100 ribu orang mengalami gangguan pernapasan akibat asap, karhutla sudah bukan sekadar persoalan lingkungan. Ini keadaan darurat kesehatan masyarakat,” ujar Nevi lewat keterangan resminya, Minggu, 13 September 2026.


Pemerintah didesak segera memperkuat layanan kesehatan di daerah terdampak. Ketersediaan masker, oksigen, obat-obatan, fasilitas kesehatan, serta informasi mengenai kualitas udara harus dipastikan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan masyarakat dengan gangguan pernapasan.

Menurutnya, pemerintah tidak boleh menunggu jumlah korban terus bertambah sebelum memperkuat respons. Penanganan harus dilakukan sejak risiko kesehatan mulai meningkat.

“Warga tidak boleh dibiarkan menghadapi asap sendirian. Negara harus hadir memastikan masyarakat tetap bisa bernapas dengan aman dan mendapatkan layanan kesehatan ketika terdampak,” tegasnya.

Nevi juga mendesak pemerintah memperkuat pencegahan agar krisis serupa tidak terus berulang. Pengawasan terhadap wilayah rawan kebakaran harus diperketat, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran harus tegas, dan perlindungan kawasan gambut harus menjadi bagian penting dari strategi pencegahan.

“Karhutla tidak boleh menjadi bencana yang kita tangani setiap tahun dengan pola yang sama. Kita harus memutus siklusnya dari hulu, sekaligus memastikan kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama,” pungkas Nevi.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya