Berita

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot. (Foto: RMOL/Sarah Alifia)

Politik

Karhutla Tak Hanya Rusak Lingkungan, Tapi Ancam Infrastruktur Energi

SABTU, 12 SEPTEMBER 2026 | 16:18 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua mulai mengancam operasional infrastruktur vital sektor energi, termasuk pertambangan serta minyak dan gas.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, menilai ancaman tersebut menunjukkan bahwa bencana kini tidak lagi berdiri sendiri, melainkan menjadi ancaman sistemik akibat akumulasi perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan ketimpangan sosial.

“Kita harus ingat bahwa every day counts. Menunda mitigasi risiko bencana hari ini berarti menumpuk korban jiwa di masa depan,” ujar Yuliot di Jakarta, dikutip Sabtu, 12 September 2026.


Yuliot mendorong mitigasi bencana ditempatkan sebagai investasi utama dalam pembangunan nasional, bukan sekadar biaya operasional. Langkah itu dilakukan melalui pendanaan berkelanjutan untuk memperkuat infrastruktur hijau dan ketahanan wilayah.

Selain itu, program peringatan dini bagi semua pihak atau Early Warnings for All perlu diperluas dengan menyederhanakan data teknis menjadi informasi lokal yang mudah diakses seluruh lapisan masyarakat.

Peringatan dini tersebut, kata Yuliot, juga harus menjangkau anak-anak, penyandang disabilitas, dan kelompok masyarakat adat.

Kerja sama lintas wilayah juga dinilai penting untuk menghadapi ancaman bencana yang berdampak terhadap wilayah operasional strategis. Sinergi perlu diperluas antara pemerintah, pelaku swasta, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, dan generasi muda.

Terkait karhutla yang mengganggu objek vital energi, Yuliot mengapresiasi langkah cepat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam menangani kebakaran di wilayah kerja migas Tangguh Bintuni, Provinsi Papua Barat.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada BNPB atas respon cepatnya dalam memadamkan kebakaran hutan di wilayah kerja migas Tangguh Bintuni, Provinsi Papua Barat,” pungkasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya