Berita

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). (Foto: Dokumen Perseroan)

Bisnis

Public Expose

KLBF Siapkan Kenaikan Harga Selektif Hadapi Tekanan Rupiah

SABTU, 12 SEPTEMBER 2026 | 08:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga kinerja margin di tengah pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) yang masih membebani biaya produksi sepanjang 2026.

Salah satu strategi yang ditempuh perseroan adalah menaikkan harga secara selektif pada sejumlah produk konsumen. Langkah tersebut dilakukan untuk merespons tingginya biaya bahan baku impor yang ikut terdampak pelemahan Rupiah.

Direktur Kalbe Farma Kartika Setiabudy mengatakan, pergerakan nilai tukar menjadi salah satu tantangan utama perseroan karena struktur biaya produksi masih cukup bergantung pada bahan baku impor.


“Pelemahan rupiah ini tentunya berdampak cukup besar terhadap laba kotor atau gross profit kami, karena biaya produksi sangat dipengaruhi dengan bahan baku impor, sehingga pelemahan rupiah ini merupakan suatu tantangan untuk Kalbe,” kata Kartika dalam konferensi pers Public Expose Live 2026, dikutip redaksi di Jakarta, Sabtu 12 September 2026.

Menurut Kartika, meskipun Rupiah mulai menunjukkan penguatan, dampaknya terhadap margin belum akan langsung terasa. Tekanan diperkirakan masih berlanjut hingga akhir 2026 karena perseroan masih menghadapi efek dari persediaan atau inventory.

“Ke depannya, kita akan melakukan berbagai strategi, beberapa yang sudah kita lakukan tahun ini adalah secara selektif melakukan kenaikan harga untuk beberapa produk konsumen,” ujar Kartika.

Selain penyesuaian harga, Kalbe juga akan mengoptimalkan komposisi portofolio dengan memperbesar porsi produk yang memberikan margin lebih tinggi.

“Kita juga akan terus melakukan strategi portofolio untuk mengelola portofolio kami ke arah produk-produk yang memiliki margin lebih baik,” ujar Kartika pula.

Perseroan juga mendorong peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), khususnya pada bisnis alat kesehatan. Upaya tersebut antara lain dilakukan dengan merakit produk secara lokal.

“Tadi kita juga sudah bicarakan mengenai strategi untuk berinvestasi di TKDN. Tapi memang ini kita lakukan mungkin untuk divisi alat kesehatan dalam bentuk melakukan perakitan secara lokal. Untuk sektor obat resep sendiri memang masih terkendala dengan keterbatasan bahan baku obat yang tersedia secara lokal,” kata Kartika.

Tekanan terhadap margin tersebut terjadi ketika penjualan Kalbe Farma justru tumbuh cukup kuat. Pada semester I-2026, penjualan perseroan mencapai Rp19,47 triliun, naik 14,04 persen secara tahunan dibandingkan Rp17,07 triliun pada semester I-2025.

Namun, peningkatan penjualan belum mampu mengangkat laba bersih. Laba bersih Kalbe Farma tercatat Rp1,91 triliun pada semester I-2026, turun dari Rp1,97 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan penjualan terjadi di seluruh segmen bisnis. Segmen obat resep mencatat penjualan Rp5,30 triliun, produk kesehatan Rp2,70 triliun, nutrisi Rp4,26 triliun, serta distribusi dan logistik Rp7,20 triliun.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya