Berita

Jajaran pimpinan PT Sahabat Mikro Fintek (Samir); Komisaris Ettyta Ramadhani, Direktur Hukum dan Kepatuhan Yonathan Gautama, Direktur Utama Handy Juniandri (Foto: RMOL/Reni Erina

Bisnis

Samir Geser Bidikan ke Luar Jawa, Pembiayaan Tembus Rp8 Triliun

JUMAT, 11 SEPTEMBER 2026 | 22:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Peta pembiayaan PT Sahabat Mikro Fintek (Samir) mulai bergeser. Memasuki tahun ketujuh, perusahaan fintech lending ini memperluas penyaluran pembiayaan ke luar Pulau Jawa, dengan menyasar sektor produktif dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sumatra menjadi salah satu penopang utama dengan kontribusi sekitar 17 persen. Ekspansi juga menjangkau Sulawesi, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara, hingga Papua dan Maluku yang masing-masing telah mencatat kontribusi lebih dari 1 persen.

Secara kumulatif, pembiayaan Samir kini mencapai sekitar Rp8 triliun kepada sekitar 2 juta peminjam di berbagai wilayah Indonesia.


Perluasan tersebut berjalan beriringan dengan penguatan sumber pendanaan. Samir telah menggandeng 12 institutional lender melalui skema channeling, tiga di antaranya berasal dari sektor perbankan, yakni PT Bank Neo Commerce Tbk, PT Super Bank Indonesia Tbk, dan PT Bank Sahabat Sampoerna.

Direktur Utama Samir Handy Juniandri mengatakan, kolaborasi dengan perbankan dan lembaga keuangan formal ditujukan untuk membangun ekosistem pendanaan yang stabil, efisien, dan berkelanjutan.

“Hingga saat ini, sudah ada sebanyak 12 institutional lender Samir di mana tiga di antaranya berasal dari sektor perbankan, yakni PT Bank Neo Commerce Tbk, PT Super Bank Indonesia Tbk, dan PT Bank Sahabat Sampoerna,” jelas Handy di The Michael Resort, Bogor, Jumat 11 September 2026.

Menurut Handy, masuknya tiga mitra perbankan tersebut sekaligus mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap infrastruktur dan sistem mitigasi risiko yang diterapkan Samir.

“Kehadiran tiga institutional lender dari perbankan jelas semakin memperlihatkan kepercayaan dari korporasi terhadap infrastruktur dan mitigasi risiko yang diimplementasikan oleh Samir semakin kuat,” lanjutnya.

Ekspansi ini mendapat dukungan dari penyegaran jajaran manajemen. Melalui RUPS Agustus 2026, Handy Juniandri ditunjuk sebagai Direktur Utama menggantikan Yonathan Gautama yang kini menjadi Direktur Hukum dan Kepatuhan. Sementara Ettyta Ramadhani bergabung sebagai Komisaris.

Perubahan tersebut menjadi bagian dari penguatan tata kelola sekaligus menopang agenda Samir memperluas akses pembiayaan ke berbagai daerah di Indonesia.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya