Berita

Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono dalam Rapat Koordinasi Gugus Tugas Pengendalian Operasional Sekolah Rakyat di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi, Kamis, (10/9/2026). (Foto: Dok. Kemensos)

Politik

Wamensos Tekankan Pengawasan dan Evaluasi Sekolah Rakyat

JUMAT, 11 SEPTEMBER 2026 | 21:43 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pengawasan dan evaluasi penyelenggaraan Sekolah Rakyat harus berjalan simultan untuk memastikan program prioritas pemerintah berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat nyata bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Hal itu ditegaskan Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono dalam Rapat Koordinasi Gugus Tugas Pengendalian Operasional Sekolah Rakyat di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi, Kamis, 10 September 2026.

"Sekolah Rakyat harus dikawal sebagai Program Strategis Nasional," ujar Agus Jabo dikutip Jumat, 11 September 2026.


Menurutnya, hasil pemantauan tidak boleh berhenti sebagai laporan. Setiap persoalan harus dipetakan, dicari akar masalahnya, ditentukan penanggung jawab dan batas waktu penyelesaian, serta dipantau hingga tuntas.

Pemantauan terhadap 14 Sekolah Rakyat permanen mencakup aspek perizinan dan legalitas, sarana-prasarana, sumber daya manusia, peserta didik, operasional, hingga pengawasan.

Agus Jabo menekankan masa transisi dari sekolah rintisan menuju Sekolah Rakyat permanen perlu mendapat perhatian khusus. Percepatan pembangunan fisik harus diikuti kesiapan tata kelola, SDM, anggaran, aset negara, dan proses pembelajaran.

"Jangan sampai percepatan pembangunan fisik dan operasional tidak diikuti dengan kesiapan tata kelola dan sistem pengendalian," tegasnya.

Ia juga meminta pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) dilakukan secara tertib, transparan, efektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, Gugus Tugas diminta membangun sistem pengendalian yang mampu mendeteksi potensi persoalan sejak dini. Menurut Agus, Gugus Tugas harus berfungsi sebagai early warning system, bukan sekadar forum koordinasi setelah masalah terjadi.

"Jangan sampai suatu masalah berulang kali dibahas dalam rapat tetapi tidak pernah menghasilkan keputusan," pesannya.

Agus juga meminta setiap persoalan yang tidak dapat diselesaikan di tingkat satuan kerja segera dieskalasikan kepada pimpinan, terutama jika membutuhkan keputusan lintas unit, dukungan anggaran, atau kebijakan tertentu.

Ia menegaskan keberhasilan Gugus Tugas tidak diukur dari banyaknya rapat yang digelar, melainkan dari persoalan yang berhasil diselesaikan dan risiko yang berhasil dicegah.

"Ukuran keberhasilan Gugus Tugas bukan banyaknya rapat yang dilaksanakan, tetapi berapa banyak permasalahan yang berhasil diselesaikan dan berapa banyak risiko yang berhasil dicegah," ujarnya.

Agus mengingatkan hasil pemantauan juga harus menjadi pembelajaran bersama agar temuan serupa tidak berulang di lokasi lain. Pengendalian, kata dia, bukan hanya tanggung jawab APIP maupun Gugus Tugas, tetapi juga kepala sekolah dan pimpinan satuan kerja.

Saat ini, Sekolah Rakyat baru menampung sekitar 43.000 anak dari sekitar 4,1 juta anak yang belum sekolah, tidak sekolah, maupun putus sekolah. Karena itu, Agus menilai penguatan tata kelola dan pengawasan menjadi penting seiring perluasan program.

Inspektur Jenderal Kementerian Sosial, Dody Sukmono, mengatakan pemantauan dilakukan untuk melihat perkembangan penyelenggaraan Sekolah Rakyat sekaligus mengidentifikasi persoalan yang perlu segera diantisipasi.

"Kami masih banyak mencatat beberapa hal yang menjadi isu-isu yang seharusnya bisa kita antisipasi," kata Dody.

Ia menegaskan berbagai kekurangan yang ditemukan bukan untuk memperlemah pelaksanaan Sekolah Rakyat, melainkan menjadi bahan evaluasi agar perbaikan dapat segera dilakukan.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya