Kebersamaan Susilo Bambang Yudhoyono dengan Prabowo Subianto. (Foto: Istimewa)
Presiden Prabowo Subianto dinilai konsisten menunjukkan sikap terbuka dan harmonis dengan para mantan presiden Indonesia.
Hal itu terlihat dari cara Prabowo memberikan apresiasi terhadap kontribusi para pemimpin terdahulu, termasuk Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Joko Widodo, dan Megawati Soekarnoputri.
Pengamat politik Adi Prayitno mengatakan, sikap tersebut kembali terlihat saat Prabowo menghadiri perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Rabu malam, 9 September 2026.
Dalam kesempatan itu, Prabowo memuji pidato Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sekaligus secara terbuka mengaku “menyontek” perjalanan politik SBY.
Menurut Adi, apresiasi Prabowo terhadap SBY bukan sesuatu yang berdiri sendiri. Dalam berbagai kesempatan, Prabowo juga menunjukkan pola yang sama ketika bertemu dengan mantan presiden lainnya.
“Prabowo memang selalu menunjukkan bagaimana keakraban dan keharmonisannya dengan pemimpin-pemimpin terdahulu,” kata Adi lewat kanal Youtube miliknya, Jumat, 11 September 2026.
Ia menjelaskan, ketika bersama SBY, Prabowo kerap menyampaikan hal-hal positif dan memberikan apresiasi terhadap perjalanan politik maupun kontribusinya sebagai presiden.
Begitu pula saat bertemu dengan Joko Widodo. Prabowo dinilai selalu memberikan penghargaan terhadap hal-hal positif yang pernah dilakukan Jokowi selama memimpin Indonesia.
“Begitupun ketika Prabowo bertemu dengan Jokowi, selalu mengapresiasi hal-hal yang sifatnya positif yang pernah dilakukan oleh Jokowi,” ujarnya.
Hal serupa, lanjut Adi, juga terlihat ketika Prabowo berkomunikasi dengan Megawati Soekarnoputri. Prabowo tetap menyampaikan hal-hal positif dan konstruktif mengenai kontribusi Megawati sebagai mantan presiden.
“Begitupun ketika Prabowo bersama Megawati juga menyampaikan hal-hal yang sifatnya positif, yang sifatnya konstruktif, yang sudah dilakukan oleh Megawati sebagai mantan presiden yang juga punya kontribusi penting untuk bangsa,” jelasnya.
Menurut Adi, pola tersebut menunjukkan karakter politik Prabowo yang tidak menjadikan perbedaan pilihan politik sebagai alasan untuk memutus hubungan dengan para pemimpin terdahulu.
Ia menilai, Prabowo justru berupaya merawat komunikasi dan hubungan politik dengan seluruh mantan presiden sebagai bagian dari gaya politiknya.
“Ini menegaskan bahwa mazhab politik Prabowo Subianto, hubungan politik adalah merawat hubungan politik dengan semua mantan-mantan presiden terdahulu,” pungkas Adi.