Berita

Ibrahim Akbar Pertamina SAF Project Commercial menjadi salahsatu pembicara di booth Pertamina dalam acara Ideafest 2026 yang diselenggarakan di Jakarta International Convention Center (JICC) (Foto: Istimewa)

Bisnis

Pertamina Kenalkan Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan di IdeaFest

JUMAT, 11 SEPTEMBER 2026 | 10:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Minyak jelantah rumahan kini bertransformasi menjadi tulang punggung inovasi energi hijau melalui Sustainable Aviation Fuel (SAF). 

Dalam ajang IdeaFest 2026, inisiatif ini dibawa lebih dekat kepada publik muda untuk menunjukkan bahwa langkah sederhana dari dapur bisa berkontribusi pada ekosistem rendah karbon.

Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, memastikan bahwa bahan bakar aviasi ramah lingkungan ini telah melalui standar pengujian yang sangat panjang sebelum akhirnya mengudara.


“Minyak itu kita buat untuk bahan bakar pesawat udara. Namun jangan khawatir, ini aman karena risetnya sudah diinisiasi sejak 2015, diteliti secara ketat dan diuji coba dari 2021 hingga 2025,” ujar Arya, dalam pernyataannya pada Jumat 11 September 2026.

Sebagai pembuktian operasional, bahan bakar dari Used Cooking Oil (UCO) tersebut bahkan sudah diaplikasikan langsung pada rute komersial Jakarta?"Bali yang dioperasikan oleh Pelita Air Service.

Tingginya rasa ingin tahu pengunjung muda di lokasi acara turut disoroti oleh SAF Project Commercial PT Pertamina Patra Niaga, Ibrahim Akbar. Menurutnya, isu pengolahan limbah minyak ini menjadi daya tarik utama yang membuka ruang komunikasi efektif mengenai transisi energi kepada generasi penerus.

“Hari ini saya berkesempatan mempresentasikan program Pertamina yang mengubah minyak jelantah menjadi bahan bakar terbarukan. Saya melihat antusiasme yang sangat besar. Dari semua yang bertanya, semuanya tentang UCO,” kata Ibrahim.

Di balik antusiasme tersebut, tantangan besar masih membentang mulai dari aspek keekonomian, regulasi, hingga konsistensi rantai pasok. Oleh sebab itu, pelibatan publik secara masif melalui program pengumpulan minyak jelantah menjadi kunci penentu agar transisi energi ini dapat berjalan berkelanjutan.

“Harapan konkretnya, semakin banyak yang mengetahui program beli minyak jelantah yang sudah ada saat ini dan semakin besar jumlah atau volume minyak jelantah yang bisa kita kumpulkan,” pungkas Ibrahim.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya