Panggung akbar BRI Super League 2026/2027 akhir pekan ini akan langsung menyuguhkan salah satu duel paling dinantikan di tanah air, yakni pertemuan klasik antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (12/9).
Laga sarat gengsi ini diprediksi berjalan sangat ketat karena kedua tim sama-sama diperkuat oleh barisan pemain bintang tim nasional Indonesia.
Mengingat tingginya tensi pertandingan yang dikategorikan berisiko tinggi (high risk), pihak PSSI dan I.League mengeluarkan imbauan khusus agar suporter tim tamu, yakni pendukung Persib, tidak hadir langsung ke stadion.
Langkah antisipatif ini diambil semata-mata untuk menghindari potensi gesekan serta menjaga keamanan serta kenyamanan bersama di area pertandingan.
Meski demikian, absennya suporter tim tamu di ibu kota tidak dimaksudkan untuk memutus tali silaturahmi maupun menghilangkan esensi rivalitas itu sendiri.
PSSI menekankan bahwa batas persaingan ketat di lapangan hanya berlangsung selama 90 menit pertandingan, sementara di luar itu seluruh elemen suporter tetap harus menjunjung tinggi persatuan.
Semangat kebersamaan ini sejatinya telah diikat melalui janji damai yang disepakati bersama di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada 4 September lalu.
Pihak federasi pun mengajak seluruh pendukung dari kedua belah klub besar ini untuk menahan diri dan bersikap dewasa demi menjaga iklim sepak bola nasional yang kondusif.
"Saya juga mengajak seluruh suporter, baik Persija dan Persib untuk bersama-sama menjaga kondusivitas. Jangan mudah terprovokasi, Jangan melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Mari kita hormati aturan dari apparat keamanan," ujar Yunus.
Ia turut menambahkan harapan besar agar hubungan harmonis antarsuporter ke depannya dapat terwujud nyata, seperti halnya kebersamaan yang telah terjalin baik di kalangan suporter klub lain.
"Tentu PSSI dan Ileague berharap ke depan, suporter Persija dan Persib bisa berdampingan. Sama seperti halnya dengan Arema FC dan Persebaya. Insya Allah dengan komuninasi semua pihak, hal ini sangat mungkin terwujud dalam waktu dekat. Karena sejatinya sepak bola adalah pemersatu bangsa. Bukan sesuatu yang memisahkan kita," pungkas Yunus.