Berita

Pulau Papua. (Foto: Istimewa)

Politik

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Mulai Tanah Adat hingga Kepentingan Geopolitik
JUMAT, 11 SEPTEMBER 2026 | 04:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Penanganan Konflik dan Kemanusiaan Papua oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menjadi perkembangan politik yang menarik untuk dicermati. 

Pansus tersebut tidak hanya berhadapan dengan persoalan konflik bersenjata dan keamanan, tetapi juga memasuki wilayah yang jauh lebih kompleks: hak asasi manusia (HAM), masyarakat adat, pembangunan, proyek strategis nasional (PSN), pengelolaan sumber daya alam, relasi pusat-daerah hingga efektivitas pelaksanaan Otonomi Khusus Papua.

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai pembentukan Pansus Papua DPD RI harus dilihat sebagai momentum untuk membuka kembali pendekatan negara terhadap persoalan Papua.


Menurut Amir, Papua merupakan persoalan multidimensi yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan keamanan.

“Papua jangan hanya dibaca sebagai persoalan keamanan," kata Amir, dikutip Jumat 11 September 2026.

Apabila seluruh persoalan Papua selalu diletakkan dalam kerangka keamanan, maka publik akan kehilangan persoalan yang jauh lebih fundamental, yaitu soal keadilan, legitimasi, masyarakat adat, pembangunan dan kepercayaan masyarakat terhadap negara.

Menurut Amir, dari perspektif intelijen, konflik yang berlangsung lama biasanya tidak berdiri sendiri. Konflik dapat berkembang karena adanya kombinasi antara faktor lokal, nasional dan internasional.

Faktor lokal antara lain ketidakpuasan masyarakat, persoalan tanah adat, ketimpangan pembangunan dan konflik horizontal. Sementara pada tingkat nasional terdapat persoalan kebijakan, tata kelola pemerintahan, distribusi anggaran dan hubungan pusat-daerah.

Sedangkan pada level geopolitik, Papua mempunyai nilai strategis karena posisi geografisnya berada di kawasan Pasifik dan berdekatan dengan negara-negara Pasifik serta Australia.

“Jangan hanya melihat siapa yang mengangkat senjata, tetapi juga harus membaca mengapa konflik terus memperoleh ruang sosial, bagaimana narasi konflik berkembang, dan siapa saja yang berkepentingan terhadap narasi tersebut,”  kata Amir.

Amir menjelaskan, posisi Papua membuat persoalan domestik Indonesia mempunyai dimensi geopolitik.

Papua berada di kawasan yang semakin penting dalam kompetisi kekuatan besar di Indo-Pasifik. Amerika Serikat, Australia, China, negara-negara Pasifik dan berbagai aktor regional mempunyai kepentingan strategis terhadap stabilitas kawasan.

Karena itu, menurut dia, persoalan Papua tidak boleh dilepaskan dari dinamika geopolitik Pasifik.

“Stabilitas Papua bukan hanya kepentingan Jakarta, melainkan juga mempunyai implikasi terhadap posisi Indonesia di kawasan,” pungkas Amir.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya