Berita

Anggota Komisi V DPR RI Edi Purwanto (tengah). (Foto: RMOL Faisal Aristama)

Politik

Legislator PDIP: Negara Jangan Baru Hadir Setelah Bencana Terjadi

KAMIS, 10 SEPTEMBER 2026 | 17:28 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Negara tidak boleh baru terlihat ketika bencana sudah terjadi. Hal itu disampaikan Anggota Komisi V DPR RI Edi Purwanto dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema "Waspada Gunung Merapi: Bagaimana Langkah Mitigasinya?" di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 10 September 2026.

Edi menilai pemerintah harus mengubah paradigma penanggulangan bencana dari sekadar respons darurat menjadi kesiapsiagaan yang bekerja sebelum ancaman erupsi gunung api menghantam masyarakat.

Menurutnya, Indonesia telah memiliki landasan hukum melalui Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan PP Nomor 21 Tahun 2008. Namun, keberadaan regulasi harus diikuti sistem mitigasi yang memastikan pemantauan, peringatan dini, evakuasi, hingga perlindungan masyarakat berjalan tanpa menunggu korban berjatuhan.


"Jangan sampai ada mata rantai yang terputus, dari identifikasinya seperti apa, komunikasinya seperti apa, sampai pada keselamatan rakyat. Itu yang paling penting," kata Edi.

Ia menyebut sedikitnya tujuh aspek yang harus diperkuat, yakni pemantauan dan informasi gunung api, jalur evakuasi serta tempat pengungsian, simulasi berkala, pemetaan kelompok rentan, konsistensi tata ruang, koordinasi antarlembaga, dan pelibatan masyarakat sebagai subjek mitigasi.

Edi menilai kelemahan tata ruang dan koordinasi antarlembaga dapat memperbesar risiko. Kawasan rawan bencana tidak semestinya terus berkembang menjadi permukiman, sementara BMKG, BNPB, Basarnas, TNI, Polri, dan lembaga terkait harus bekerja dalam sistem yang jelas tanpa ego sektoral.

Pada saat yang sama, masyarakat tidak boleh diperlakukan hanya sebagai penerima bantuan. Relawan dan generasi muda perlu dilibatkan dalam membangun kesiapsiagaan, sehingga penanganan bencana menjadi tanggung jawab bersama. 

"Bencana ini adalah kerja kita bersama," tegasnya.

Legislator PDIP itu juga meminta dukungan anggaran dan keputusan politik diarahkan pada kesiapan sebelum bencana. Jika pemerintah sudah mengetahui potensi jumlah warga dan rumah yang terdampak, skenario evakuasi, pengungsian, logistik, hingga tempat tinggal sementara semestinya telah disiapkan.

"Di situlah yang kita harapkan kalimat negara hadir di tengah-tengah masyarakat," demikian Edi.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kepala BRAN Dorong 3,1 Juta Hektare Lahan Transmigrasi jadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:32

KPK Pastikan Video Penjemputan Paksa Nusron Hoax!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:24

Quo Vadis 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:23

Prabowo Setujui Kajian DEN soal Definisi Korupsi Berstandar Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:17

Penindakan 1.000 Tambang Ilegal: Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:13

DPR Dorong Penguatan Koordinasi Penyaluran BBM

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:01

Gibran Terima Perwakilan WALUBI Bahas Karhutla hingga Bakti Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:50

KPK Perlu Periksa Hercules soal Uang Rp800 Juta Terkait Summarecon

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:46

Menteri Agama Optimistis Akan Ada Kebangkitan Syarikat Islam Jilid Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:43

Pertamina Diusulkan Peroleh Insentif Sewa Kapal Tanker Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:41

Selengkapnya