Berita

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf (AMY). (Foto: Dok PKS)

Politik

Presiden PKS Serukan Tiga Langkah Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

KAMIS, 10 SEPTEMBER 2026 | 11:38 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Diperlukan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana melalui tiga agenda utama, yakni memperkuat keluarga, memastikan informasi kredibel, serta mengintegrasikan pengurangan risiko bencana dalam tata kelola pembangunan.

Hal ini disampaikan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf (AMY) dalam Keynote Speech Webinar Edukasi Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana yang digelar Kesetjenan dan Tim Tanggap Bencana PKS.

Pertama, AMY mengajak masyarakat menjadikan keluarga sebagai benteng dan unit pertama kesiapsiagaan bencana. Setiap keluarga perlu memahami potensi ancaman di lingkungannya, memiliki nomor darurat, mengetahui titik kumpul, menyiapkan dokumen penting, serta menyediakan perbekalan primer.


Kedua, AMY mengingatkan pentingnya merujuk informasi kebencanaan dari sumber resmi dan kredibel. Menurutnya, masyarakat saat ini tidak hanya menghadapi bencana alam, tetapi juga “bencana informasi” berupa hoaks yang dapat memicu kepanikan.

“Karena itu, ada disiplin yang harus kita bangun: sebelum meneruskan informasi, periksa sumbernya,” tegasnya, Kamis, 10 September 2026.

Ketiga, AMY mendorong pengurangan risiko bencana menjadi bagian dari tata kelola pembangunan. Ia menekankan pentingnya sekolah dan rumah sakit yang aman bencana serta tata ruang yang mempertimbangkan peta kerawanan, khususnya di wilayah rawan longsor, banjir, tsunami, dan erupsi.

AMY juga menyoroti pentingnya pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui pengawasan, pengelolaan lahan, perlindungan ekosistem, dan penegakan hukum terhadap pembakaran yang disengaja.

“Jangan sampai kita mengeluarkan biaya sangat besar untuk membangun, kemudian mengabaikan risiko sehingga pembangunan itu mudah hancur ketika bencana datang,” pungkasnya.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya