Berita

Istri Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Noor Faizah Maenofie saat tiba di Gedung Merah Putih KPK (Foto: RMOL)

Hukum

Istri Bupati Pemalang Dicecar KPK Soal Peran Atur Mutasi hingga Promosi Jabatan

KAMIS, 10 SEPTEMBER 2026 | 11:00 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami peran istri Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Noor Faizah Maenofie (NF), dalam dugaan praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang.

Pendalaman dilakukan saat penyidik memeriksa Noor Faizah sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 9 September 2026. Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari lanjutan penyidikan perkara dugaan pemerasan di lingkungan Pemkab Pemalang periode 2025-2026.

" Penyidik mengonfirmasi berkaitan dengan barang bukti yang ditemukan dan diamankan pada saat melakukan penggeledahan di Pendopo Kabupaten Pemalang," kata Jurubicara KPK, Budi Prasetyo kepada wartawan, Kamis, 10 September 2026.


Dalam penggeledahan itu, penyidik mengamankan sejumlah dokumen yang berkaitan dengan perkara. Selain dokumen, penyidik menggali pengetahuan Noor Faizah mengenai proses mutasi, rotasi, hingga promosi jabatan di lingkungan Pemkab Pemalang.

"Selain itu juga, penyidik meminta konfirmasi, ya, meminta keterangan kepada saksi saudari NF atas pengetahuannya berkaitan dengan mutasi, rotasi, ataupun promosi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang," jelas Budi.

Pendalaman dilakukan setelah KPK menemukan dugaan adanya tarif dalam proses rotasi, mutasi, maupun promosi jabatan.

"Sehingga dari peristiwa tertangkap tangan yang waktu itu kita jelaskan juga bahwa pihak bupati ini diduga melakukan penerimaan tidak hanya berkaitan dengan Pasal 12e atau tindak pemerasan yang dilakukan kepada pihak-pihak di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang, juga swasta. Selain itu juga diduga ada penerimaan lainnya atau gratifikasi," terang Budi.

KPK juga mendalami asal-usul uang yang sebelumnya disebut disiapkan Noor Faizah dan kemudian diamankan penyidik dalam operasi tangkap tangan (OTT).

"Tentunya ini juga semuanya akan didalami, termasuk soal uang-uang yang disiapkan, ya, oleh istri bupati yang kemudian atas uang itu juga diamankan pada saat peristiwa tertangkap tangan, ya," kata Budi.

Menurut Budi, salah satu uang tersebut diamankan penyidik di Jakarta. Berdasarkan keterangan awal, uang itu disebut disiapkan oleh pihak istri Bupati Pemalang.

"Salah satunya uang tersebut diamankan di Jakarta yang dalam keterangan awal dijelaskan bahwa uang-uang tersebut disiapkan oleh pihak istri. Tentu asal-usul uang itu, segala macamnya, tentu menjadi materi yang dilakukan pendalaman oleh penyidik," ujarnya.

Meski demikian, KPK belum menyimpulkan sejauh mana keterlibatan Noor Faizah dalam dugaan praktik jual beli jabatan tersebut. Penyidik masih mendalami peran yang bersangkutan.

KPK sebelumnya menggelar OTT pada 27-28 Juli 2026 setelah menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan korupsi di lingkungan Pemkab Pemalang.

Dari penyelidikan tertutup, KPK menemukan dugaan pemerasan yang dilakukan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro bersama orang kepercayaannya, Mohamad Haris alias Gus Haris, terhadap sejumlah perangkat daerah dan pihak swasta. Uang yang berhasil dikumpulkan melalui praktik tersebut mencapai Rp1,98 miliar.

Sebagian uang tersebut diduga digunakan untuk mengurus perkara yang menyeret nama Anom di KPK. Dalam prosesnya, Gus Haris menyerahkan Rp1,2 miliar kepada Lilik Budi Suprianto, yang diduga menjadi pihak yang menawarkan pengurusan perkara melalui anaknya, Iptu Setya Budi Dias, anggota Brimob Polri yang dipekerjakan di KPK sebagai staf administrasi.

KPK telah menetapkan empat tersangka dalam perkara tersebut, yakni Anom Widiyantoro, Gus Haris, Lilik Budi, dan Iptu Dias. Penyidik masih mendalami kemungkinan adanya tindak pidana lain, termasuk dugaan suap proyek dan jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Pemalang.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Buya Anwar: Kasus Korupsi Bisa Picu Krisis Kepercayaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:18

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Jakarta Basaria Martha Raih Penghargaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:02

Ini Jadwal Lengkap Rencana Perjalanan Haji 2027

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:45

Seragam Tak Mengubah Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:34

Cek Kesehatan Gratis Kini Lebih Mudah Diakses

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:19

Polda Banten: KMP Batumandi Angkut 420 Penumpang dan 89 Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:59

Pembangunan KNMP Sima-Wabu Libatkan Warga Lokal

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:46

Korban Indosurya Berjuang Mencari Keadilan sejak 2020

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:13

Pramono Dorong Film Nasional Tembus Pasar ASEAN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:02

Galeri 24 Sabet Top 2 Kategori Retail dan Top 28 BUMN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 03:32

Selengkapnya