Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Public Expose

SIDO Muncul Optimistis Kinerja Bangkit di Semester II

KAMIS, 10 SEPTEMBER 2026 | 07:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menargetkan pemulihan penjualan pada semester II 2026 setelah proses normalisasi persediaan di tingkat distributor rampung pada Mei.

Director & Corporate Secretary Sido Muncul, Budianto, mengatakan penjualan semester I-2026 turun sekitar 20 persen akibat strategi menyehatkan stok distributor sepanjang Februari-Mei. Namun, kondisi tersebut tidak mencerminkan pelemahan permintaan konsumen.

“Untuk posisi sell-out saat ini stabil dan tidak ada penurunan, sehingga demand dari end consumer tetap stabil,” ujar Budianto dalam Public Expose Live 2026, Rabu 9 September 2026.


Hal itu tercermin dari pangsa pasar Tolak Angin yang masih sekitar 71 persen. Memasuki semester II, SIDO akan mendorong penjualan melalui distribusi berbasis permintaan konsumen, inovasi produk, penguatan e-commerce, serta ekspansi pasar ekspor.

Pada semester I-2026, penjualan ekspor tumbuh 28 persen secara tahunan dan menyumbang sekitar 13 persen penjualan. SIDO menargetkan kontribusi ekspor meningkat menjadi 15-17 persen dalam tiga hingga lima tahun mendatang, dengan Malaysia, Filipina, dan Nigeria sebagai pasar utama.

Secara segmen, penjualan herbal dan suplemen turun 41 persen menjadi sekitar Rp639 miliar. Sebaliknya, makanan dan minuman tumbuh 11 persen menjadi sekitar Rp760 miliar, sedangkan farmasi naik 7 persen menjadi Rp67,4 miliar.

Penurunan volume herbal membuat margin laba bruto SIDO turun menjadi sekitar 51 persen. Laba usaha merosot 43 persen, sementara laba bersih turun 44 persen menjadi Rp333,65 miliar dari Rp600,46 miliar pada semester I-2025.

Untuk 2026, manajemen masih memperkirakan penjualan turun sekitar 10 persen. Namun, kinerja kuartal III dan IV ditargetkan pulih dan setidaknya menyamai periode yang sama tahun sebelumnya.

Di tengah tekanan tersebut, kondisi keuangan SIDO tetap solid tanpa utang bank maupun obligasi. Kas dan setara kas mencapai sekitar Rp476 miliar. Perseroan juga menyiapkan capex Rp120 miliar-Rp150 miliar untuk pemeliharaan aset dan peningkatan efisiensi produksi.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya