Berita

Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Bisnis

LPS Targetkan 2 Juta Rekening Baru Tiap Tahun

MINGGU, 06 SEPTEMBER 2026 | 21:53 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Bukan sekadar mengejar angka inklusi keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kini membidik sasaran yang lebih mendasar: 15 juta warga Indonesia yang hingga hari ini belum tersentuh akses perbankan (unbanked).

Target besar itu dibeberkan Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution. Pihaknya mematok target penambahan dua juta pemegang rekening baru setiap tahun demi mengikis ketimpangan finansial tersebut.

"Kami diminta untuk menaikkan jumlah orang yang punya rekening per tahunnya kurang lebih dua juta orang. Harapannya tahun depan jumlah masyarakat yang belum punya rekening tinggal 13 juta orang," ujar Farid di sela-sela kegiatan Lampung Financial Festival di Bandar Lampung, Minggu, 6 September 2026.


Namun, perjuangan LPS tak berhenti pada aksi buka-bukaan rekening baru. Ada ancaman lain yang mengintai dari ribuan rekening pasif alias mangkrak (dormant) yang tersebar di masyarakat.

Farid menyoroti keberadaan rekening 'mati suri' ini karena rentan disalahgunakan sebagai alat kejahatan finansial dan tindak pidana perbankan.

"Orang-orang sudah punya rekening tapi tidak aktif. Kami minta supaya dikendalikan, karena dikhawatirkan bisa dipakai untuk hal-hal yang tidak baik. Kalau memang tidak dipakai, disarankan ditutup saja ke bank masing-masing," tegasnya.

Tantangan LPS kian kompleks ketika dihadapkan pada realitas literasi keuangan masyarakat, khususnya generasi muda. Meski tingkat inklusi keuangan nasional sudah menembus angka 93 persen, pemahaman mendalam soal transaksi keuangan yang aman ternyata masih rendah.

Banyak anak muda piawai membuka rekening secara online, namun tak membentengi diri dengan literasi finansial yang cukup.

Guna menutup celah tersebut, LPS berkomitmen memperluas jaringan edukasi publik, baik lewat interaksi langsung maupun kampanye di platform digital.

"Anak muda mungkin sudah punya rekening secara online, tapi literasinya masih rendah. Yang paling penting buat kami adalah pesannya sampai ke seluruh kalangan, terutama generasi muda," pungkas Farid.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Intelijen AS: Iran Bakal Perpanjang Perang untuk Goyang Trump di Pemilu Sela

Minggu, 06 September 2026 | 16:27

Pengunjung Lampung Financial Festival 2026 Antusias Jajal Layanan Digital BNI

Minggu, 06 September 2026 | 16:06

Erupsi Anak Krakatau, 12 Penerbangan Malaysia Airlines ke Jakarta Dibatalkan

Minggu, 06 September 2026 | 15:51

Debu Vulkanik Tebal Selimuti Bandar Lampung

Minggu, 06 September 2026 | 15:36

Trump Ancam Serang Gunung Pickaxe Iran dalam Waktu Dekat

Minggu, 06 September 2026 | 15:25

Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran Berpeluang Ditolak MK

Minggu, 06 September 2026 | 14:49

Denmark Tegaskan Dukungan Terhadap Otonomi Sahara Maroko

Minggu, 06 September 2026 | 14:18

BNPB Gencarkan OMC Redam Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau di Jakarta

Minggu, 06 September 2026 | 14:12

Pemantauan Kualitas Udara Diperketat Antisipasi Dampak Sebaran Abu Vulkanik

Minggu, 06 September 2026 | 14:06

Produk Impor Masuk RI Wajib Halal

Minggu, 06 September 2026 | 14:01

Selengkapnya