Berita

Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI), Ali Rif'an bersama penanggap Guru Besar Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Prof Trubus Rahardiansyah. (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)

Politik

Survei: Kinerja Prabowo Lebih Memuaskan Dibanding Gibran

MINGGU, 06 SEPTEMBER 2026 | 20:51 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto tercatat lebih tinggi dibanding Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. 

Temuan tersebut terungkap dari hasil survei nasional Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI) dalam agenda evaluasi kinerja dan program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran.

Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif'an mengatakan, sebanyak 57,6 persen masyarakat menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto. Angka tersebut merupakan gabungan dari 9,0 persen responden yang menyatakan sangat puas dan 48,6 persen yang cukup puas.


Sementara itu, sebanyak 40,6 persen responden menyatakan tidak puas, terdiri dari 34,0 persen yang kurang puas dan 6,6 persen sangat tidak puas. Adapun 1,8 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

“Untuk tingkat kepuasan terhadap Presiden Prabowo, sebanyak 57,6 persen masyarakat menyatakan puas. Ini terdiri dari 9 persen sangat puas dan 48,6 persen cukup puas. Sementara yang tidak puas berada di angka 40,6 persen,” ujar Ali di Sofyan Hotel Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 6 September 2026.

Di sisi lain, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Wapres Gibran berada di angka 40,1 persen. Dari persentase tersebut, 4,1 persen responden menyatakan sangat puas dan 36,0 persen cukup puas.

Sementara itu, 54,4 persen masyarakat menyatakan tidak puas terhadap kinerja Gibran. Dari persentase tersebut, 39,7 persen di antaranya kurang puas dan 14,7 persen sangat tidak puas. Adapun 5,6 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Ali mengatakan adanya perbedaan tingkat kepuasan antara Presiden dan Wakil Presiden merupakan salah satu temuan yang perlu dibaca secara proporsional. Menurutnya, angka tersebut menggambarkan bagaimana publik memberikan penilaian yang berbeda terhadap kinerja masing-masing figur dalam pemerintahan.

“Kalau kita lihat angkanya, memang terdapat gap antara tingkat kepuasan terhadap Presiden dan Wakil Presiden. Presiden berada di 57,6 persen, sementara Wakil Presiden 40,1 persen. Ini tentu menjadi bagian dari evaluasi terhadap persepsi publik atas kinerja pemerintahan,” katanya.

Ia menilai, temuan tersebut menjadi tantangan bagi pemerintahan Prabowo-Gibran untuk memastikan koordinasi dan pembagian peran antara Presiden dan Wakil Presiden dapat berjalan semakin efektif. Menurutnya, kinerja pemerintahan pada akhirnya akan dinilai publik secara keseluruhan.

“Yang terpenting adalah bagaimana ke depan kinerja pemerintahan semakin efektif dan masyarakat bisa merasakan manfaat dari kebijakan yang dijalankan. Karena pada akhirnya, publik tidak hanya melihat figur, tetapi juga hasil kerja pemerintahan secara keseluruhan,” ujar Ali.

Survei nasional Arus Survei Indonesia tersebut merupakan bagian dari riset bertema “Evaluasi Kinerja & Program Prioritas Pemerintahan Prabowo-Gibran” yang dilaksanakan pada 23-29 Juli 2026 di 38 provinsi di Indonesia.

Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden dengan metode penarikan sampel multistage random sampling. Survei memiliki margin of error kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya