Berita

Singapura. (Foto: Istock)

Dunia

Menelusuri Kondisi Terkini Kualitas Udara di Singapura Akibat Kepulan Asap

MINGGU, 06 SEPTEMBER 2026 | 20:33 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Kualitas udara di seluruh wilayah Singapura terpantau berada dalam kategori sedang pada Minggu 6 September 2026 setelah sehari sebelumnya berangsur membaik dari level tidak sehat di sejumlah kawasan.

Berdasarkan data dari Badan Lingkungan Nasional Singapura atau NEA indeks standar polutan atau PSI 24 jam tercatat berada pada kisaran 72 hingga 87 menjelang malam hari.

Meskipun kondisi cuaca di lapangan dilaporkan relatif cerah dan berangin cuaca kering yang masih melanda membuat ancaman kabut asap tetap mengintai.


Kepulan asap dengan intensitas sedang hingga tebal terpantau bergerak menuju Singapura akibat kebakaran di wilayah Sumatera bagian selatan dan tengah serta Kalimantan Barat.

Dengan dominasi arah angin dari tenggara atau selatan risiko perpindahan polutan ini masih terbuka jika titik api terus menyala. NEA memperkirakan indeks PSI 24 jam ke depan dapat berada pada kisaran sedang tinggi hingga tidak sehat rendah.

Kondisi ini mengingatkan kembali pada lonjakan polusi yang terjadi pada Jumat 4 September 2026 lalu. Saat itu indeks PSI 24 jam di wilayah tengah Singapura sempat memasuki kategori tidak sehat di angka 101 hingga 200 yang merupakan kejadian pertama kalinya menembus level 100 sejak 8 Oktober 2023.

Status tidak sehat tersebut kemudian juga tercatat meluas hingga ke wilayah timur dan barat Singapura.

Untuk menghadapi situasi tersebut Badan Lingkungan Nasional Singapura secara aktif menerbitkan imbauan harian guna membantu masyarakat merencanakan aktivitas luar ruangan secara aman.

Indeks PSI sendiri dihitung secara komprehensif berdasarkan enam parameter polutan udara termasuk konsentrasi partikel halus PM2.5 satu jam yang menjadi indikator dominan saat kabut asap melanda.

Sebagai catatan skala PSI 24 jam akan dikategorikan sangat tidak sehat pada rentang 201 hingga 300 serta berbahaya jika melewati angka 300.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya