Berita

Ilustrasi Sekolah Gratis di Jakarta (Sumber: Gemini Generated Image)

Nusantara

Waspada Abu Vulkanik, Disdik DKI Perintahkan Sekolah Jarak Jauh

MINGGU, 06 SEPTEMBER 2026 | 17:16 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi DKI Jakarta menginstruksikan seluruh satuan pendidikan di wilayah Jakarta mengalihkan proses belajar mengajar menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Langkah ini diambil guna mengantisipasi potensi bahaya paparan abu vulkanik akibat erupsi gunung api bagi warga sekolah dan kelompok rentan.

Instruksi tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 91/SE/2026 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Abu Vulkanik yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, pada Sabtu, 5 September 2026.


"Penyelenggaraan pembelajaran dilakukan dengan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)," tegas Nahdiana dikutip Minggu, 6 September 2026.

Kebijakan PJJ ini berlaku bagi seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SKB/PKBM, SLB, SD, SMP, SMA, hingga SMK, baik negeri maupun swasta di DKI Jakarta. Penerapan PJJ dijadwalkan mulai berlaku efektif pada Senin, 7 September 2026, sampai dengan adanya pemberitahuan resmi selanjutnya.

Guna memastikan proses belajar tetap berjalan optimal, para Kepala Satuan Pendidikan diminta melakukan pendampingan serta pemantauan PJJ.

Jika terjadi kendala teknis, sekolah diminta berkoordinasi secara berjenjang dengan Kepala Suku Dinas (Kasudin) Pendidikan setempat maupun Kepala Bidang yang mengampu.

"Bagi satuan pendidikan yang terkendala dalam pelaksanaan PJJ dapat melakukan komunikasi secara intensif kepada Dinas Pendidikan secara berjenjang," imbaunya.

Disdik DKI juga menginstruksikan para Kasudin Pendidikan dan Kepala Bidang untuk memberikan arahan teknis serta melakukan pemantauan ketat di wilayah operasional masing-masing demi menjaga keselamatan siswa dan pemenuhan hak atas layanan pendidikan.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya