Berita

Representative Image (Foto: Malaysia Airlines)

Bisnis

Erupsi Anak Krakatau, 12 Penerbangan Malaysia Airlines ke Jakarta Dibatalkan

MINGGU, 06 SEPTEMBER 2026 | 15:51 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap aktivitas penerbangan internasional. 

Malaysia Airlines membatalkan 12 penerbangan dari dan menuju Jakarta setelah abu vulkanik terdeteksi di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu, 6 September 2026.

"Mengingat situasi yang terus berkembang, Malaysia Airlines memantau perkembangan dengan cermat. Informasi lebih lanjut mengenai penerbangan yang terpengaruh akan diperbarui dan dikomunikasikan langsung kepada pelanggan yang terkena dampak," kata Malaysia Airlines dalam keterangannya.


Malaysia Airlines menyatakan penerbangan yang dibatalkan mencakup MH713, MH712, MH711, MH710, MH717, MH716, MH721, MH720, MH723, MH722, MH725, dan MH724.

Maskapai juga mengingatkan penumpang untuk memastikan data kontak mereka telah diperbarui melalui fitur ‘My Booking’ di situs Malaysia Airlines. 

Langkah tersebut diperlukan agar penumpang dapat menerima informasi terbaru mengenai penerbangan terdampak melalui email maupun SMS.

"Penumpang diingatkan untuk memastikan bahwa detail kontak mereka selalu terbarui melalui ‘Pemesanan Saya’ di situs web Malaysia Airlines agar dapat menerima pembaruan tepat waktu melalui email dan SMS," ungkap maskapai.

Sementara itu, Bandara Internasional Soekarno-Hatta sempat ditutup sementara setelah abu vulkanik Anak Krakatau terdeteksi di area bandara. 

Kondisi tersebut dilaporkan mengganggu 209 penerbangan dan berdampak terhadap 22.798 penumpang.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F Laisa mengatakan, 16 penerbangan internasional dibatalkan, tujuh mengalami keterlambatan, dan lima lainnya dijadwal ulang. 

Penerbangan terdampak mencakup rute dari dan menuju Kuala Lumpur, Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, dan Amsterdam.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Turbulensi Kepercayaan dalam Teropong Nobel Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:16

Jadi Tersangka KPK, Bupati Klaten Didepak PDIP

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:45

Kapolri Rangkul Ulama Jatim untuk Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:32

Ilham Habibie hingga Chappy Hakim Dianugerahi Golden PIN INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02

DPR: Kehadiran Kapolri di BEI Sinyal Negara Serius Menegakkan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:33

Ketua Gappura Minta DPR Turun Tangan Mediasi PHK dan GHS di Krakatau Steel

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:35

Walhi Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:28

Kementerian UMKM Pulihkan 908 Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:51

Komjak Diminta Turun Tangan Teliti JPU di Kasus Febrie

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:30

Surati Presiden Prabowo, YLKI Minta Menteri Bahlil Dicopot

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:49

Selengkapnya