Berita

Ilustrasi (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Mirror Now)

Global

Serangan di Kharg Mengancam Jalur Ekspor Minyak Iran

SABTU, 05 SEPTEMBER 2026 | 22:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Serangan rudal terhadap sebuah kapal tanker Iran di sekitar Pulau Kharg, Sabtu 5 September 2026, meningkatkan kekhawatiran terhadap aktivitas ekspor minyak Iran. 

Pulau tersebut merupakan salah satu fasilitas paling strategis bagi pengiriman minyak mentah negara itu melalui Teluk Persia.

Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan sebuah kapal tanker dihantam empat rudal yang diduga berasal dari Amerika Serikat (AS) saat berada di area tempat berlabuh di sekitar Pulau Kharg. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, sementara awak kapal disebut telah dievakuasi.


Laporan serupa disampaikan Tehran-based Student News Network (SNN), yang menyebut kapal tanker minyak berukuran kecil terkena serangan rudal di Pulau Kharg. Mengutip sumber lokal, SNN juga melaporkan tidak ada korban dalam insiden tersebut.

Sementara itu, kantor berita Fars melaporkan sejumlah ledakan terdengar dari wilayah Teluk Persia di sekitar Pulau Kharg.

Hingga Sabtu malam, belum ada pernyataan resmi langsung dari pemerintah Iran mengenai insiden tersebut. Komando Pusat AS juga belum memberikan tanggapan atas laporan serangan itu.


Dampak terhadap Ekspor Minyak

Serangan tersebut menjadi perhatian karena terjadi di kawasan yang sangat vital bagi industri minyak Iran. Sebelum perang, sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran dikirim melalui fasilitas di Pulau Kharg.

Aktivitas ekspor minyak Iran sendiri telah mengalami tekanan sejak AS memberlakukan blokade terhadap ekspor minyak negara tersebut pada pertengahan April.

Jika gangguan di kawasan Kharg berlanjut, tekanan terhadap ekspor minyak Iran berpotensi semakin besar. Kondisi itu dapat mengganggu salah satu jalur utama pengiriman minyak mentah Iran ke pasar internasional.

Iran merupakan produsen minyak terbesar ketiga di antara negara-negara anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC).

Kharg sebelumnya juga telah menjadi bagian dari pernyataan keras Presiden AS Donald Trump. Pada 31 Agustus, Trump mengunggah pernyataan di media sosial yang disertai video buatan AI dan mengatakan Pulau Kharg sedang "diledakkan hingga berkeping-keping".

Sebelumnya, pada 11 Juni, Trump juga mengatakan AS ingin mengambil alih Pulau Kharg. Namun, rencana operasi militer AS terhadap pulau tersebut kemudian untuk sementara dibatalkan.

Dengan posisi Kharg sebagai pusat utama ekspor minyak Iran, perkembangan setelah serangan pagi tadi kini menjadi perhatian, terutama terkait kemungkinan gangguan terhadap aktivitas pelabuhan dan pengiriman minyak dari kawasan tersebut.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya